Category Archives: Orangtua dan Anak

Ngilu Akibat Es Krim Paling Ditakuti

Penelitian terkini menunjukkan orang Indonesia paling takut gigi ngilu ketika makan es krim selain makan baso panas, minum air es serta makan mangga muda.

Penelitian yang dilakukan Ipsos Indonesia yang disampaikan di Jakarta, Ahad (19/5) menyebutkan es krim merupakan makanan paling ditakuti karena bisa mengakibatkan gigi ngilu dan menempati urutan pertama sebanyak 54 persen.

Penyebab gigi ngilu di urutan dua adalah bakso kuah panas empat persen, cokelat manis empat persen, air es tiga persen dan mangga muda masam tiga persen.

Dari 60 ribu jawaban, disebutkan satu dari dua orang Indonesia takut gigi ngilu ketika makan es krim. Hasil riset juga menunjukkan 45 persen orang Indonesia mengalami gigi sensitif, namun sebanyak 52 persen tidak menyadarinya dan tidak memeriksakan ke dokter, bahkan lebih dari 75 persen belum menangani gigi sensitif dengan benar.

Menurut pakar gigi sensitif GlaxoSmithKline Ariandes Veddytarro, gigi sensitif terjadi karena adanya pori-pori pada dentin dengan jutaan saluran kecil yang menuju ke saraf.

“Ketika dentin terbuka, bagian yang terekspos lingkungan akan merasakan berbagai sensasi, sekaligus ngilu yang intens dan menusuk,” katanya dalam diskusi yang bertajuk “Just Say It” di Jakarta, Ahad (19/5).

Menurut dia, penanganan hipersensitivitas dentin cenderung empiris karena kurangnya pemahaman tentang penularan dari rasa ngilu melalui dentin.

Namun, Ariandes menambahkan, beberapa teori membuktikan pemblokiran saluran di dalam dentin (oklusi saluran dentin) sebagai salah satu syarat penting dari ‘desentisizing agent’ agar mampu secara efektif menghilangkan rasa ngilu pada gigi sensitif.

Advertisements

Menyikat Gigi Seperti Ini Cegah Gigi Sensitif

Pakar gigi sensitif GlaxoSmithKline Ariandes Veddytarro mengatakan cara menyikat gigi yang salah bisa menyebabkan gangguan gigi sensitif. Bagaimana cara menyikat gigi yang benar?
Menurut Ariandes, cara menyikat gigi yang baik itu adalah dengan memutar atau sirkular karena menjangkau seluruh permukaan gigi, sementara risiko gusi terlukai pun sangat kecil.

“Karena itu, hindari menyikat gigi secara horizontal karena bisa menurunkan ketinggian gusi yang memicu gangguan gigi sensitif,” kata Ariandes, Ahad (19/5).
“Terkadang kita tidak merasa kalau tekanan menyikat gigi terlampau keras karena karakter gigi itu sendiri itu keras. Padahal, kalau sikat gigi sudah mulai terasa sakit di kulit tangan contohnya, itu juga sudah memicu merusak email dan dentium gigi,” ujar Ariandes.

Menyikat gigi yang baik adalah dengan gerakan memutar hingga menjangkau seluruh permukaan gigi dengan tekanan ringan. Kebiasaan ini harus rutin dan terus-menerus dijalankan minimal dua kali sehari.
“Karena gigi sensitif ini muncul dari kebiasaan buruk, makanya kita jarang sekali menemukan gejala gigi sensitif pada anak-anak yang masih memiliki gigi susu,” kata Ariandes.

Gangguan gigi sensitif muncul ketika dentin yang menyelimuti hampir seluruh bagian gigi memiliki pori-pori dengan jutaan saluran kecil menuju syaraf. Ketika dentin terbuka, bagian yang terekspos lingkungan akan merasakan berbagai sensasi, seperti ngilu dan menusuk.

Rajin Konsumsi Buah dan Sayuran Bikin Anak Tumbuh Optimal

Kurangnya asupan buah-buahan dan sayuran masyarakat Indonesia, bukan hanya disebabkan tidak suka. Tapi, lantaran porsinya yang sedikit.

Ahli gizi dari Universitas Indonesia, dr Elvina Karyadi mengungkap, porsi ideal untuk mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran adalah 5-7 porsi sepekan. “Yang aneh kan, kita ini kaya akan sayuran dan buah-buahan ketimbang negara lain. Harganya juga murah kok,” katanya di Jakarta, Selasa (21/5).

Menurut Elvina, banyaknya sayuran dan buah-buahan di tanah air, mendongkrak angka konsumsi masyarakat. Faktanya, konsumsi masyarakat Indonesia terhadap buah-buahan dan sayuran malah rendah. Di Jakarta saja, 96,3 persen masyarakatnya kurang mengkonsumsi buah dan sayuran.

Elvina menjelaskan, mengkonsumi sayuran dan buah-buahan sangat penting, karena kedua komponen ini menjadi permasalahan utama dalam persoalan asupan gizi pada anak. Kurangnya konsumsi buah-buahan dan sayuran akan berdampak pada asupan vitamin, zat besi, yodium dan zat penting lainnya. “Dampaknya bisa dilihat, anak kurus, atau pendek,” ungkap Elvina.

Karenanya, edukasi bagaimana pentingnya konsumsi buah-buahan dan sayuran harus dilakukan. Waktu paling efektif dalam edukasi ini adalah ketika anak berusia dua hingga enam tahun. “Disini orang tua dituntut kreatif, dan perlu diingat jangan memaksakan anak,” tuturnya mengakhiri.

Jaga Keseimbangan Gaya Hidup dengan Teh Oolong

Teh Oolong merupakan salah satu jenis teh hasil proses oksidasi yang telah mendunia karena memiliki cita rasa yang berbeda dari teh lainnya seperti teh putih atau teh hitam. Lebih dari sekedar rasa, Teh Oolong memiliki khasiat yang sangat baik bagi tubuh dan telah terbukti secara medis.“Perbedaan proses oksidasi dari Teh Oolong membuatnya memiliki rasa dan aroma yang sangat khas. Teh Oolong diolah dari 3 pucuk daun teh secara khusus dan merupakan hasil setengah oksidasi sehingga menciptakan cita rasa berbeda dengan teh jenis lainnya,” ujar Ratna Somantri, salah satu ahli teh di Indonesia.

Menurut Ratna, sejarah Teh Oolong ini pun sebenarnya telah dimulai dari lebih dari 1.000 tahun yang lalu. Diakui Ratna, Teh Oolong memang belum sepopuler teh lainnya

Di Indonesia, Teh Oolong ini diproduksi oleh Santory Garuda. Untuk mengenalkan minuman ini, Santory Garuda mengadakan acara memperkenalkan Teh Oolong ini kepada masyarakat umum yang digelar Kamis (16/5). Acara yang diberinama “A Guilt Free Session with Oolong Tea” mengupas tuntas segala sesuatu mengenai Teh Oolong, mulai dari sejarah dan proses pembuatan hingga seluruh khasiat yang terdapat di dalam Teh Oolong ini bersama dengan para ahlinya. “Dengan diselenggarakannya acara ini, kami mengharapkan agar para peserta dapat mengenal Teh Oolong secara lebih jauh lagi dan mencoba khasiatnya secara langsung. Teh Oolong menjadi spesial, karena manfaatnya yang luar biasa namun sayangnya belum dikenal luas oleh masyarakat,” ujar Erwin Panigoro, Marketing Manager dari Suntory Garuda Beverage Indonesia. Ia juga menambahkan bahwa fokus Suntory Garuda di Indonesia adalah pada minuman berbasis teh, yang notabene memang cocok dengan karakteristik orang Indonesia yang menyukai teh.

Salah satu narasumber yang hadir pada acara tersebut adalah Emilia E Achmadi, ahli gizi. Ia mengatakan Teh Oolong menjadi hal yang sangat spesial bagi dirinya. ”Karena teh ini telah diperkenalkan oleh Nenek saya, sejak saya masih muda. Teh Oolong sebenarnya dapat membantu gaya hidup seseorang agar menjadi lebih sehat, namun ternyata masih banyak yang belum mengetahui jenis teh ini termasuk cara mengkonsumsinya, kapan dikonsumsinya serta berapa banyak takaran sebaiknya digunakan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa saat ini, sebagian besar masyarakat Indonesia, terutama para pekerja kantoran mempunyai gaya hidup yang tidak seimbang, dan cenderung mengkonsumsi apa saja yang ingin mereka konsumsi tanpa memikirkan efek jangka panjang. Oleh karena itu, Teh Oolong dapat menjadi salah satu cara untuk membantu menyeimbangkan gaya hidup tersebut, karena khasiat alaminya yang luar biasa dan sudah terbukti secara medis.

Gejala Awal Lupus

Data YLI menunjukkan bahwa jumlah penderita penyakit Lupus di Indonesia meningkat dari 12.700 jiwa pada 2012 menjadi 13.300 jiwa per April 2013. Disamping itu, paling tidak lebih dari lima juta orang di seluruh dunia terkena penyakit Lupus, dimana penyakit itu menyerang sebagian besar wanita pada usia produktif.

Selain karena jumlah penderita Lupus yang semakin meningkat, menurut Ketua Yayasan Lupus Indonesia Tiara Savitri, masyarakat memang perlu mewaspadai Lupus karena penyakit ini sulit untuk didiagnosa. “Pengenalan dini pada penyakit ini sangat sulit sebab tidak ada gejala khusus pada orang-orang yang terkena Lupus,” ujarnya.

Menurut buku saku YLI, pengelompokan diagnosa Lupus berdasarkan cepat atau tidaknya penyakit itu terdeteksi adalah Early Detection, Mild Lupus, Severe Lupus, dan Life Threatening Lupus. Early Detection adalah kondisi ketika ditemukan gejala penyakit dini Lupus, tetapi hasil laboratorium masih dinyatakan negatif terkena Lupus. Sedangkan pada Mild Lupus, gejala dini ditemukan dan hasil laboratorium pun sudah dinyatakan positif Lupus.

Selanjutnya, Severe Lupus merupakan tahap lebih lanjut ketika penyakit sudah mulai menyerang organ tubuh, dan saat organ tubuh sudah terjejas (sudah terserang) dan menjadi diagnosa yang berdiri sendiri berarti penyakit Lupus telah sampai tahap Life Threatening Lupus.

Namun, Tiara mengatakan penyakit Lupus sejauh ini belum dianggap sebagai suatu masalah kesehatan yang besar, baik oleh masyarakat, para tenaga medis, maupun pemerintah di Indonesia. Oleh karena itu, Ketua YLI itu menyarankan masyarakat untuk mendatangi dokter pemerhati Lupus bila menemui beberapa gejala Lupus. Dokter pemerhati Lupus diantaranya dokter spesialis penyakit dalam, dokter ahli Hematologi, Rheumatology, dan Imunology.

Tiara menganjurkan para odapus (orang hidup dengan penyakit Lupus) untuk menjalankan pola hidup sehat, minum obat yang diberikan dokter secara teratur, mengonsumsi nutrisi seimbang, menghindari keadaan yang membuat stres, dan mencegah kelelahan berlebihan. Meski demikian, Odapus dibolehkan berolahraga sesuai tingkat yang disarankan dokter.

Beberapa gejala awal yang dialami pasien Lupus, antara lain sakit pada sendi dan tulang, demam berkepanjangan bukan karena infeksi, anemia, dan cepat lelah.

Gejala yang dialami pasien pada tahap lanjut penyakit Lupus, di antaranya bercak merah berbentuk seperti kupu-kupu (butterfly rash), ujung jari berwarna pucat kebiruan, kejang, sakit kepala, stroke, dan keguguran pada ibu hamil.

“Apabila empat dari gejala tersebut terdapat pada seseorang maka segera periksa ke dokter. Jika tidak diketahui sejak dini, Lupus sama berbahayanya dengan kanker, penyakit jantung, maupun AIDS dan bisa menyebakan kematian,” ujar Prof Dr Zubairi Djoerban, seorang ahli penyakit dalam dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Hal itu karena Lupus dapat menyerang organ tubuh vital seseorang dengan sangat mudah, seperti jantung, ginjal, hati, dan paru-paru. Selain itu, akibat sifat dan gejala dari Lupus yang menyerupai penyakit umum lain, diagnosa penyakit ini biasanya diperoleh setelah dokter secara bertahap mempelajari riwayat kesehatan pasien dan menggabungkan berbagai keluhan pasien.

Dokter juga harus menganalisa hasil pemeriksaan laboratorium dan melakukan beberapa pemeriksaan yang berhubungan dengan kekebalan tubuh. “Sayangnya sampai saat ini belum ada pemeriksaan tunggal yang bisa digunakan untuk menentukan seseorang menderita Lupus atau tidak,” tutur Dr Zubairi.

Namun, dia mengatakan sebagian besar masyarakat Indonesia belum menyadari keberadaan dan bahaya dari penyakit Lupus karena banyak orang tidak mengetahui pasti tentang penyakit ini. “Banyak juga yang beranggapan Lupus merupakan penyakit langka dan jumlah pasiennya sedikit. Faktanya, pasien penyakit ini cukup banyak dan semakin meningkat,” katanya.

Oleh karena itu, menurut dia, sosialisasi tentang penyakit Lupus kepada masyarakat sangat diperlukan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit ini sehingga si penderita segera mendapat pengobatan atau perawatan yang diperlukan.

Bayi Lahir Operasi Caesar Berisiko Obesitas

Bayi yang lahir melalui operasi caesar memiliki risiko dua kali lipat menderita obesitas atau kelebihan berat badan. Sebuah penelitian yang dilakukan terhadap lebih dari 10.000 anak di Inggris menemukan 83 persen anak hasil operasi caesar memiliki kelebihan berat badan dibandingkan mereka yang lahir melalui persalinan normal.

Hasil penelitian mengonfirmasi penelitian sebelumnya yang juga menemukan hubungan antara operasi caesar dan obesitas. Para peneliti percaya bahwa bayi dengan persalinan normal memiliki bakteri yang membantu mengatur metabolisme di kemudian hari. Temuan tersebut menunjukkan epidemi obesitas sebagian didorong oleh meningkatnya angka persalinan caesar. “Ada konsekuensi jangka panjang pada operasi caesar kepada anak-anak yang harus kita ketahui, ” kata pemimpin peneliti Dr Jan Blustein, dari New York University School of Medicine seperti yang dilansir Daily Mail

Seks Oral Sebabkan Kanker Tenggorokan

Aktor Hollywood, Michael Douglas mengaku seks oral telah menyebabkan kanker tenggorokan yang dideritanya. Dia membuat pengakuan tersebut kepada majalah The Guardian setelah tiga tahun didiagonisis menderita penyakit tersebut.

Ketika ditanya apakah dia menyesal dengan kebiasannya merokok dan minum alkohol, dia mengaku tidak. “Karena, tanpa ingin terlalu spesifik, kanker tertentu disebabkan oleh HPV yang sebenarnya berasal dari sekitar cunnilingus,” kata Douglas.

Aktor tersebut sempat dirawat di awal 90an untuk kecanduan yang pada waktu itu diklaim sebagai kecanduan seks. Douglas sendiri menyangkal hal tersebut. Dia mengaku berada di panti rehabilitasi untuk penyalahgunaan alkohol. Merokok dan minum berat secara signifikan meningkatkan seseorang terkena kanker mulut.

Human Papillomavirus atau HPV merupakan infeksi yang menyebabkan kutil di kelamin. Di Inggris, penyakit ini merupakan jenis penyakit menular seksual kedua paling umum setelah klamidia. Dalam kebanyakan kasus, infeksi HPV tidak menimbulkan gejala nyata dan sembuh sendiri tanpa menyebabkan masalah.
Ada lebih dari 100 strain HPV yang berbeda dan beberapa dapat memicu kanker. Kebanyakan kasus kutil kelamin disebabkan HPV tipe rendah yakni virus 6 dan 11. Infeksi HPV risiko tinggi, HPV 16 dan 18 dapat menyebabkan kanker serviks pada wanita serta kanker penis, vulva, vagina, anus, mulut, dan tenggorokan. HPV menyebar melalui kontak kulit ke kulit.

Infeksi HPV juga dapat menyebar melalui seks oral. Hal ini dapat memakan waktu hingga satu tahun untuk menyebabkan kutil berkembang setelah infeksi HPV. HPV paling mungkin ditularkan kepada orang lain ketika sudah ada kutil. Namun, virus juga dapat menular sebelum kutil berkembang atau setelah virus menghilang.