Category Archives: Gym Senam Yoga

Cantik Di Usia 40 Ala Heidi Klum

SUPERMODEL Heidi Klum mengakui sangat yakin dan bangga dengan kecantikan tubuhnya biarpun kini sudah menjangkau usia 40 tahun.

Bagaimanapun, wanita itu juga mengakui terpaksa bekerja keras untuk mendapatkan bentuk tubuh seperti itu.

“Buat masa ini saya masih yakin dengan keadaan tubuh saya. Namun menjangkau usia yang semakin meningkat ini, saya perlu bekerja keras untuk memastikan keadaan ini tidak berubah,” katanya.

Tambahnya, dia sedar kadar metabolisma dalam badan semakin menurun yang boleh menjejaskan bentuk badan yang dimilikinya kini
Ketika menginjak usia 40 tahun ke atas, kondisi kulit sebenarnya sudah mengalami penuaan dan keriput. Jumlah kolagen dan elastin dalam kulit menurun drastis. Selain itu, kemampuan kolagen untuk mengikat air sangat berkurang sehingga elastisitasnya memudar. Aktivitas kelenjar minyaknya juga berkurang sehingga kulit menjadi sangat kering.

Kadar Natural Moisturising Factor (NMF) dalam kulit juga berkurang sehingga berpengaruh pada semakin tegasnya garis-garis keriput di wajah. Berkurangnya kadar ini juga akan memengaruhi kekencangan kulit. Tipikal khas kondisi kulit di usia ini adalah mulai timbulnya pigmentasi pada kulit

Advertisements

Ingin Kreatif? Pilih saja Kamar Remang-remang

Cahaya redup dan remang-remang memang tidak baik bagi kesehatan mata. Namun baru-baru ini sebuah penelitian di Jerman menyebutkan bahwa cahaya remang-remang efektif untuk tingkatkan kreativitas otak.

Studi yang digelar di University of Stuttgart dan University of Hohenheim ini berhasil membuktikan bahwa otak sangat dipengaruhi oleh pencahayaan dan suasana dalam lingkungan tertentu.
Peneliti mengumpulkan lebih dari 30 orang dan membagi mereka ke dalam 3 kelompok. Masing-masing kelompok diminta untuk menggambar sketsa alien.
Kelompok pertama ditempatkan dalam ruangan remang-remang. Sedangkan dua kelompok lain ditempatkan dalam ruangan dengan pencahayaan normal dan terang.
Hasilnya, partisipan yang menggambar dalam kamar remang-remang berhasil menggambar sketsa alien lebih kreatif. Dan tidak ditemukan perbedaan kreativitas pada partisipan yang menggambar di kamar dengan cahaya normal dan terang.

Peneliti menganggap bahwa suasana remang-remang dapat membuat seseorang merasa lebih nyaman dan menghilangkan pikiran-pikiran tertentu yang dapat menghalangi kreativitas.
Peneliti menambahkan, bahkan hanya dengan membayangkan berada dalam ruangan remang-remang kreativitas seseorang bisa meningkat secara signifikan, seperti dikutip Dailymail.

Tetap Sehat Meski Begadang

Tidur merupakan kebutuhan dasar manusia, seperti halnya makan, minum dan bernafas. Sehingga apabila seseorang kekurangan waktu tidurnya, maka ia harus mengganti waktu tidur yang hilang.

Namun apa mau dikata, begadang atau tidak tidur hingga malam larut kerap menjadi gaya hidup sebagian masyarakat di kota-kota besar. Berbagai alasan melatari mereka untuk tetap melek di malam hari, di antaranya karena harus menyelesaikan pekerjaan atau lembur kerja.

Tubuh pun dipaksa untuk bertahan lebih lama untuk mendukung aktivitas yang belum tuntas. Bagi mereka yang terpaksa harus begadang seperti ini, sebenarnya tak perlu khawatir dengan kesehatan asalkan tetap menganut pola hidup sehat.

“Tidak ada masalah dengan begadang, asalkan tetap bisa tidur berkualitas, memerhatikan kebutuhan nutrisi, dan jangan lupa berolahraga,” jelas ahli kesehatan, Sarah Handayani, SKM, Mkes.

Dosen Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka ini mengatakan, idealnya waktu tidur memang 8 jam sehari. Namun demikian, yang terpenting adalah bukan lamanya waktu tidur, tapi bagaimana kualitas tidurnya.

“Banyak orang tidur hanya 4-5 jam sehari tapi tetap sehat, lantaran tidurnya berkualitas. Jadi memang dalam kasus begadang, kita tak bisa hanya melihat satu sisi begadangnya saja. Tapi harus dilihat secara keseluruhan, bagaimana olahraganya, waktu istirahat, dan pemenuhan nutrisinya,” kata Sarah.

Untuk seseorang yang terpaksa harus lembur kerja di malam hari, cukuplah mengganti jam tidur sampai kebutuhan tidurnya terpenuhi. “Misalnya Anda terbiasa tidur pukul 21.00 dan terpaksa lembur sampai pukul 02.00. Banyak orang mengalami itu dan hanya cukup membalasnya dengan menambah jam tidur selama tiga jam. Setelah itu dia akan segar kembali dan bisa beraktivitas lagi,” tambahnya.

Lalu apa perlu tambahan multivitamin bagi orang yang terpaksa begadang? “Multivitamin sebenarnya bagian dari kebutuhan nutrisi, apakah nutrisinya sudah cukup atau tidak? Multivitamin bisa diminum jika memang diperlukan dan sesuai kebutuhan saja,” katanya.

Kebutuhan nutrisi masing-masing orang berbeda, tergantung usia dan juga jenis kelamin. Misalnya, orang yang sedang hamil, kebutuhan kalsiumnya tentu lebih banyak dibanding orang tidak hamil. Oleh karena itu, orang hamil harus menambah konsumsi kalsium.

Yang terpenting, lanjut Sarah, bagi orang yang terpaksa begadang harus memerhatikan kebutuhan nutrisi dan olahraga minimal setengah jam sehari sesuai standardisasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). “Selain memperhatikan nutrisi, berolahraga, hindari merokok dan minum alkohol. Jika itu dilakukan maka dia akan tetap sehat,” tandasnya.

Sarah mengatakan, setiap orang mempunyai jam biologis tidur yang sangat tergantung dari kebiasaan. Jika jam biologis terganggu, biasanya orang akan tepar (jatuh). Namun hal itu masih diantisipasi dengan ‘membalas’ kekurangan waktu tidur dengan menambah jam tidur.

Apakah Anda kesulitan tidur di malam hari? Solusinya adalah menghilangkan beberapa kebiasaan di bawah ini.

Kurangi begadang
Siapa bilang waktu tidur itu hanya untuk anak-anak? Perhatikan jadwal tidur Anda, khususnya di akhir pekan. Tubuh kita menyesuaikan dengan rutinitas. Jika waktu tidur Anda tidak teratur — pukul 11 malam selama beberapa hari, lalu begadang sampai jam 1 pagi di hari lain — otak Anda tidak siap untuk tidur di hari kerja.

Membawa buku ke tempat tidur
Membaca sebelum tidur adalah kebiasaan banyak orang. Masalahnya, tubuh Anda akan beradaptasi dengan rutinitas tersebut — tubuh akan menolak godaan tidur sebelum Anda menyelesaikan beberapa bab. Lebih baik duduk nyaman di sofa bila Anda ingin membaca. Tempat tidur seharusnya dibatasi hanya untuk tidur atau seks.

Membuka Facebook sampai lupa waktu
Kecerahan dari layar komputer Anda bisa menstimulasi otak. Ditambah, otak Anda akan sulit berhenti berpikir soal hal-hal menarik di Internet, meski Anda sudah keluar dari situs tersebut. Hindari main Internet di malam hari dan matikan komputer Anda. Berikan diri Anda waktu bebas dari barang elektronik.

Tempat tidur yang tidak nyaman
Tempat tidur yang bagus hanya berharga mulai dari $ 500 (Rp 4,6 juta) sampai $ 3.000 (Rp 28 juta). Uang Anda tidak terbuang sia-sia. Matras yang bagus akan membuat tidur Anda lebih lelap. Hal yang sama juga berlaku untuk seprai dan bantal. Pilih bantal yang lembut jika Anda tidur tengkurap. Beli bantal yang lebih keras jika Anda tidur menyamping.

Jam alarm yang terang
Cahaya dari jam bisa sangat mengganggu jika Anda ingin tidur. Tujuannya adalah membuat kamar segelap mungkin. Tutupi jam tersebut dengan buku atau beli jam kecil. Anda juga bisa menggunakan alarm di telepon seluler.

Menghitung domba
Ketika tidak bisa tidur, sia-sia saja bila terus berada di tempat tidur. Jika Anda sudah berusaha tidur selama lebih dari 30 menit, National Sleep Foundation menyarankan untuk melakukan sesuatu yang biasa, seperti membaca atau menonton TV. Aktivitas yang membutuhkan sedikit daya kerja otak akan menenangkan pikiran Anda. Sebelum menyadarinya, Anda akan segera kembali ke tempat tidur.

Berolahraga malam hari
Berolahraga di siang hari akan membuat Anda segar selama berjam-jam. Itulah mengapa Anda tidak boleh berolahraga tiga jam sebelum tidur. Aktivitas fisik yang intens akan menaikkan temperatur tubuh dan menambah tenaga Anda — keduanya mengganggu transisi ketenangan dalam tidu

Awas Vertigo Tak Semestinya Diabaikan

Pernahkah Anda merasakan ini: pusing tujuh keliling hingga semua tampak berputar, mual, dan anggota badan terasa lunglai? Itulah Vertigo. Dan bila Anda pernah mengalami hal itu, tak ada salahnya meluangkan waktu untuk berkonsultasi ke dokter. Sebab, ada kalanya vertigo merupakan manifestasi dari gangguan lain yang lebih serius. ”Problem di telinga bagian dalam bisa menjadi penyebab. Namun itu bukan satu-satunya,” kata Dr. Low Wong Kein, kepala bagian telinga, hidung, tenggorokan (THT) General Hospital, Singapura.

Selain problem di telinga bagian dalam, katanya, vertigo bisa juga disebabkan oleh adanya gangguan di otak, jantung, peredaran darah serta gangguan-gangguan lain yang lebih serius. Sebut misalnya stroke. ”Karena itu setiap menemukan kasus vertigo, kita harus selidiki secara cermat dan hati-hati untuk menemukan penyebabnya.”

Menurutnya, stroke yang terjadi di sekitar bagian otak yang mengontrol keseimbangan bisa saja memicu vertigo. Si penderita akan merasa bahwa bumi di sekelilingnya berputar, namun hanya sebentar. Lain halnya dengan stroke di bagian tubuh yang lain. Ini akan membuat anggota badan si penderita lunglai. Jadi, bila Anda merasa pusing tujuh keliling, tapi sebentar kemudian hilang, ingatlah akan kemungkinan stroke.

Dan stroke, kata Low, sangat rentan di kalangan orang-orang yang berusia lanjut terutama yang menderita tekanan darah tinggi, diabetes dan kadar kolesterol tinggi. ”Para orang tua yang merasakan tiga keluhan ini (hipertensi, diabetes dan kolesterol tinggi) saya anjurkan untuk berhati-hati sebab keadaan itu membuat mereka lebih mudah terkena stroke.”

Namun perlu diketahui tak selamanya vertigo merupakan pertanda dari gangguan-gangguan yang serius. Ada kalanya vertigo merupakan gejala dari gangguan yang ringan-ringan saja. Cuma barangkali karena ringan itulah, gangguan tersebut seringkali tidak tampak.

Salah satu gangguan umum yang bisa menimbulkan vertigo adalah vestibular neuronitis atau inflamasi syaraf vestibular yang menghubungkan organ keseimbangan di telinga bagian dalam dengan otak. Asal tahu saja, organ inilah yang memungkinkan seorang pesenam melakukan gerakan jungkir balik di udara, kemudian dengan mantap mendarat kembali di atas kedua kakinya. ”Bersama-sama dengan mata, anggota badan (tungkai dan lengan) serta otak, organ ini memberikan rasa keseimbangan pada seseorang,” ujar Low.

Dan jika suatu kali seseorang kehilangan rasa keseimbangan itu, apa yang sebaiknya dilakukan? Adakah obat yang bisa menolong? Hal utama yang perlu dilakukan ketika seseorang kehilangan keseimbangan adalah berbaring. Jangan coba-coba meredamnya dengan meminum parasetamol. Karena itu akan sia-sia. Kata Low, parasetamol tidak mempunyai efek apapun pada kemampuan keseimbangan seseorang.

Lalu kapan sebaiknya seseorang pergi ke dokter? ”Yaitu, jika pusing yang dirasakan tidak bisa dijelaskan oleh rasa lapar, lelah atau faktor-faktor umum lain. Selain itu jika pusing berlangsung terus menerus atau kerap kali kambuh.” Pada vestibular neuronitis, infeksi virus yang terjadi membuat si penderita terus menerus merasa pusing dan mual hingga nyaris kehilangan tenaga selama beberapa hari atau pekan. Perlu diketahui, vestibular neuronitis ini bisa merusak organ keseimbangan yang terserang itu hingga tidak mungkin diperbaiki lagi.

Bila ini terjadi, maka setelah infeksinya sembuh, otak terpaksa harus membiasakan diri ”berhubungan” dengan hanya satu organ keseimbangan saja, yaitu yang terdapat pada telinga yang tidak terserang infeksi. ”Itu seperti sebuah pesawat dengan mesin ganda. Jadi, jika salah satu mesin rusak, pesawat masih tetap bisa terbang,” tutur Low mengibaratkan.

Karena itu, untuk orang-orang yang tengah dalam masa penyembuhan dari infeksi ini, Low menyarankan agar tidak ragu-ragu untuk turun dari tempat tidur lalu menggerak-gerakkan anggota badan. Menurutnya, hal ini membuat otak akan lebih cepat terbiasa bekerja dengan satu organ keseimbangan. ”Obat-obatan mungkin bisa membantu mengurangi rasa pusing dan mual. Namun itu untuk sementara saja. Bagaimana pun obat tidak akan mampu mengajari otak bagaimana caranya memulihkan rasa keseimbangan itu.”

Mungkin ada di antara Anda yang bertanya, menularkah vestibular neuronitis ini? Berbeda dengan flu, infeksi pada syaraf vestibular ini tidak gampang menular. Namun sejauh ini masih diperdebatkan, apakah infeksi ini bersifat musiman, seperti flu. Ada memang yang mengatakan vestibular neuronitis merupakan vertigo epidemik. ”Terdapat catatan bahwa ada waktu-waktu tertentu di mana kasus ini lebih sering terjadi. Tapi nyatanya, sebegitu jauh belum ada orang yang bisa memastikan kapankah waktu-waktu yang dimaksud.”

Vestibular neuronitis, menurut Low, biasa menyerang orang dewasa, baik laki-laki maupun perempuan. Namun infeksi ini tidak lazim terjadi pada anak-anak. Yang agak ”menentramkan” barangkali adalah, vestibular neuronitis ini ternyata tidak terjadi lebih dari satu kali pada seseorang sepanjang hayatnya.

Tiga Pedoman Diet Penting dari Trisha Yearwood

TRISHA Yearwood, penyanyi yang terkenal melaui hitsnya “How Do I live”, sukses menurunkan berat badannya.

Yearwood berhasil menurunkan sekitar 14 kg dengan menetapkan target, olahraga rutin, mengatur pola makan yang benar.

Sukses program diet Yearwood juga berkat memperoleh dukungan dari ketiga anaknya dan sang suami, Garth Brooks yang juga berhasil menurunkan kurang lebih 9 kg.

“Ini bukan sebuah diet gila-gilaan. Ini perubahan seumur hidup,” ujarnya dalam sebuah wawancara dengan People. “Saya sudah melihat banyak foto ‘sebelum dan sesudah’, namun (program diet) sebetulnya adalah proses ‘sedang berjalan’. Tidak hanya sampai di sini. Saya tidak tahu target berat badan saya, tapi saya bangga akan diri sendiri dan sangat senang untuk sekarang.”

Sebuah rutinitas tarian latin, Zumba mengambil andil besar dalam penurunan berat badannya dari bentuk ukuran 14 menjadi 10, dilansir ABC News, Senin (22/4).

“Saya menggunakan ukuran 10 terakhir kali saat kelas 5 sekolah dasar,” bilang wanita berusia 48 tahun ini. “Saya dulu sering melakukan serangkaian pelatihan dan pilates selama bertahun-tahun, namun saya tidak konsisten dengan makanan. Saya bukan orang yang disiplin dan terus memanjakan diri.”

Kini, Yearwood membatasi hanya mengkonsumsi 1.200 kalori setiap hari dan melipat gandakan asupan olahraganya.

Ia memberikan pedoman diet bagi orang-orang yang sedang atau ingin melakukan hal yang sama sepertinya:

1. Dengarkan permintaan perutmuJika lagi mengidam makanan yang manis, puaskan seleramu dengan segigit makanan yang kamu inginkan.

2. Tentukan target sederhanaYearwood tidak menargetkan harus menurunkan berapa kilo, namun ia memulainya dengan keinginan.

3. Jangan menyerah begitu sajaJika bosan dengan rutinitas diet, gantilah menu makanan dan rangkaian variasi olah raga agar tetap semangat setiap harinya.

Waspadai Obesitas Jika Tak Ingin Terkena Diabetes

Obesitas jangan dipandang hanya sebatas menganggu penampilan. Pasalnya, obesitas merupakan awal munculnya penyakit.
Pakar Metabolik Endokrinologi, Departemen Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Dyah Purnamasari SpPD, mengungkap obesitas merupakan salah satu penyebab resiko diabetes di kalangan perempuan.

“Satu hal yang mendasari penyakit adalah obesitas, ini penyakit. Obesitas juga yang menyebabkan gangguan pada jantung koroner, stroke, bahkan diabetes,” kata Dyah di Jakarta, Senin (13/5).
Dikatakan Dyah, data terakhir menyebutkan obesitas dikalangan perempuan Jakarta mencapai 53.6 persen. Kebanyakan dari mereka berusia 30-50 tahun, yang artinya usia produktif.

Ketika dilakukan tes glukosa dan kolesterol antara penderita obesitas dan bukan penderita maka terlihat perbedaan parameter metabolik. Seperti misal, angka parameter glukosa dan kolesterol lebih tinggi.
“Dari berat badan saja, penderita obesitas 4 kali beresiko terkena sindrom metabolik, dan 2 kali beresiko diabetes ketimbang mereka yang tidak menderita obesitas,” ujar dia.

Dyah mengungkap cukup mudah untuk mengetahui apakah seseorang termasuk obesitas yaitu mengukur lingkar pinggang. Meskipun berat badan cukup namun lingkar perut lebih dari 80 cm itu sudah termasuk obesitas. “Ini yang perlu diwaspadai,” katanya.

Penelitian terbaru membuktikan anak-anak yang tinggal di lingkungan dengan polusi udara terancam memiliki resistensi insulin yang dapat memicu diabetes ketika dewasa. Kesimpulan itu didapat dari penelitian yang melibatkan 400 partisipan.

Studi tersebut melibatkan anak-anak berusia 10 tahun.

Polutan udara dinilai dapat berdampak pada lipid dan protein dalam darah. Untuk mengukur glukosa, anak-anak yang berpartisipasi diminta untuk memberikan sampel darah.

Temuan menunjukkan resistensi insulin meningkat sebesar 17 persen untuk setiap 10,6 mikrogram per kubik meter peningkatan nitrogen dioksida. Resistensi insulin juga meningkat sebesar 19 persen untuk setiap 6 mikrogram per kubik meter peningkatan partikulat.

Berat badan lahir, indeks massa tubuh (BMI), dan paparan perokok pasif di rumah juga diperhitungkan dalam hasil penelitian tersebut.

“Paparan partikel polusi halus yang menyerang sistem pernapasan dan masuk ke jantung dan pembuluh darah meningkatkan peradangan yang mungkin terkait dengan resistensi insulin,” ujar salah satu peneliti, Joachim Heinrich dari Pusat Penelitian Kesehatan Lingkungan Jerman dilansir PressTV.

Mereka menyarankan studi yang lebih besar dibutuhkan untuk mengonfirmasi kaitan polusi udara dengan resistensi insulin. Dalam studi tersebut pengukuran kadar insulin darah dan perkiraan polusi diambil pada waktu yang berbeda sehingga temuan perlu dipandang dengan hati-hati.

Keliru bila ada anggapan hanya kaum pria yang memiliki risiko tinggi diabetes. Risiko yang sama juga mengancam kaum perempuan.

Data Riskesdas tahun 2007 mencatat diabetes merupakan penyebab kematian pertama di kalangan perempuan dengan persentase 16.3 persen. Besarnya persentase ini akan menjadi pembahasan khusus para ahli endokrinologi di ASEAN dalam pertemuan ASEAN Federation of Endocrine Society ke-17 di Jakarta.
Menurut rencana, kongres AFES ke-17 ini akan diselenggarakan di Ritz-Carlton Hotel, Mega Kuningan, Jakarta, dari tanggal 13 November sampai dengan 16 November 2013.

Dr.dr. Imam Subekti, SpPD,KEMD Kepala Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mengatakan sekitar 1000 peserta dari negara-negara ASEAN dan lainnya akan mengikuti acara ini. Selain itu, akan hadir pula ahli dari negara-negara non ASEAN.

“Nantinya materi yang akan dibahas lebih difokuskan soal Diabetes Mellitus. Diabetes perlu didalami lantaran penyakit ini merupakan masalah yang paling pesat perkembangannya di wilayah ASEAN,” kata dia di Jakarta, Senin (13/5).

Menurut Imam, nantinya pertemuan AFES itu tak hanya sekadar take and care di bidang penyakit dalam se-ASEAN seperti diabetes, namun juga menambah kualitas para dokter dan kualitas hidup diabetes.
“Pertemuan AFES yang ke-17 ini juga melatih tenaga-tenaga dokter dan dokter spesialis penyakit dalam untuk meningkatkan kualitas pelayanannya pada pasien diabetes,” ujar dia.

Rahasia Sehat Ala Sultan HB X

Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X mengatakan seseorang kalau butuh sehat, tidak hanya dengan olahraga, malainkan juga menjaga metabolisme. ”Usia orang makin tua metabolisme tidak akan sinkron. Buktinya, bila naik tangga badan terasa pegal dan nyeri,”kata Sultan dalam memberikan sambutan pada Puncak Peringatan HUT Lansia ke-17 se -DIY, di Gua Cemara Bantul.

Untuk menjaga metabolisme, Gubernur DIY ini mempunyai resep yang dilakukan sejak usia 45 tahun hingga sekarang yang sudah berusia 67 tahun. ”Saya mempunyai resep yang sudah 22 tahun saya praktikkan, yakni bila bangun tidur, jangan langsung ke kamar mandi. Tetapi bergerak dulu dengan jongkok berdiri diulang-ulang sampai sekitar 15-20 kali,”ungkap dia.

Pada saat bangun jongkok, kata dia menambahkan, harus ‘mengunjal’ nafas (menarik nafas pelan-pelan), mulut tertutup dan lidah diletakkan di langit-langit, sehingga gigi atas dan bawah jangan sampai bersentuhan.
”Dengan cara tersebut setiap hari, sekarang saya berjalan kaki sepanjang lima kilometer masih kuat dan naik tangga pun juga masih kuat. Bagi lansia yang berusia 60 tahun masih mempunyai kemampuan seks,”kata Sultan sambil tersenyum.

Kiat lainnya, kata Sultan, kalau makan jangan kekenyangan dan bagi lansia harus selalu berpikir. ”Otak harus kita biasakan untuk berpikir,”saran dia.