Category Archives: Ejakulasi Dini

Cara Mengajari Pasangan Untuk Memuaskan Kita Saat Seks dan Bercinta

Tidak jarang pria mementingkan dirinya sendiri saat bercinta. Setelah mancapai titik klimaks, sang suami lupa memberikan hal serupa untuk pasangannya.

Menurut Laurie Mintz, Ph.D., penulis buku A Tired Woman’s Guide to Passionate Sex: Reclaim Your Desire and Reignite Your Relationship’, membuat pria berperilaku baik di tempat tidur sama seperti mengajari anak remaja menyetir mobil. Sebelumnya Anda juga harus paham bagaimana menyetir, di mana letak gas, rem dan lain-lainnya.

Jadi sebelum membuat suami paham bagaimana memuaskan pasangannya saat bercinta, Anda harus tahu persisnya tubuh Anda sendiri. Berikut ini tips selengkapnya membuat pria tidak egois saat bercinta, seperti dikutip Galtime.

1. Mengarahkan
Sebagian besar wanita tidak akan bisa mencapai orgasme hanya melalui penetrasi pasangan. Tapi dibutuhkan juga stimulasi klitoris agar wanita mencapai puncaknya. Sayangnya tidak banyak wanita yang memahami ini. Sehingga wanita dan pasangannya pun terjebak pada mitos ‘wanita bisa orgasme saat pasangannya melakukan penetrasi’.

Anda kini sudah mengerti bukan, kalau stimulasi klitoris juga dibutuhkan. Kini saatnya Anda membuat suami paham, beritahu dan kalau perlu tunjukkan di bagian tubuh mana Anda ingin distimulasi agar orgasme itu terjadi.

2. Jangan Terburu-buru
Pria biasanya butuh waktu 3-4 menit untuk klimaks setelah melakukan penetrasi. Sementara wanita butuh waktu lebih lama untuk mendapatkan orgasmenya, sekitar 11 menit. Namun 11 menit ini bukan hanya dengan penetrasi, tapi juga adanya stimulasi. Waktu yang dibutuhkan wanita bisa jadi lebih lama, jika dia mengalami stres dan kelelahan

Sama seperti remaja yang sedang belajar menyetir, dia tidak akan bisa menyetir dengan baik saat mengebut. Suami pun sama, dia tidak bisa menjadi partner bercinta yang menyenangkan kalau kalian bercinta dengan terburu-buru

3. Tidak Memalsukan Orgasme
Penelitian menunjukkan sebagian besar wanita memalsukan orgasmenya. Alasan mereka melakukan itu demi melindungi perasaan pasangannya. Sayangnya tindakan Anda tersebut justru bisa memperparah keadaan. Suami tidak akan pernah belajar bagaimana memuaskan wanitanya jika Anda terus saja berbohong. Dengan Anda mengatakan yang sebenarnya saat tidak bisa orgasme, suami dan Anda bisa saling belajar bagaimana agar klimaks itu terjadi.

4. Komunikasi
Dalam bukunya, Laurie mendedikasikan banyak tulisannya untuk membuat wanita paham bagaimana berkomunikasi soal masalah seks dengan pasangannya. Menurut professor di Universitas Florida yang sudah berpraktek selama 20 tahun itu, pasangan harus mulai belajar bagaimana agar topiks seks bukan lagi hal tabu untuk mereka bicarakan.

Untuk membicarakan soal seks ini, Laurie menyarankan jangan melakukannya di tempat tidur. Kalau Anda melakukannya, tempat tidur akan jadi di anggap sebagai lokasi negatif, padahal seharusnya di sana lah Anda bisa bersenang-senang dengan pasangannya.

Lebih baik membicarakan topik tersebut di tempat non seksual misalnya saja meja makan. Sebaiknya pastikan juga waktunya tepat. Jangan ajak pasangan bicara saat Anda dan dia sama-sama lelah. Ketika berbicara mulailah dengan kata ‘aku’. Contohnya, ‘aku pikir’. Bukan dengan kata ‘kamu’, misalnya, ‘kamu sebaiknya’.

5. Ekspresikan Rasa Puas
Saat suami sudah berada di jalur yang benar saat mencoba menstimulasi Anda, beri dia pujian. Caranya tunjukkan bahwa Anda menyukai apa yang dilakukannya itu dengan suara-suara atau erangan dan gerakan-gerakan. Suara atau erangan yang Anda keluarkan itu sangat disukai pria dan bisa membuatnya semakin bergairah.

6. Mengevaluasi
Pasangan yang punya kehidupan seks menyenangkan kerap mendiskusikan aksi mereka, mulai dari soal yang baik dilakukan atau kegagalan saat bercinta. Seperti sudah dikatakan di atas, komunikasi soal seks ini perlu dilakukan untuk semakin meningkatkan kemampuan bercinta pasangan tersebut.

Penyakit Ini Menyerang Testis Pria

Testis merupakan organ reproduksi terpenting bagi pria. Di testis, proses pembentukan sel sperma dan pembentukan hormon testosteron diproduksi. Sehingga, kesehatan testis amat perlu diperhatikan demi mencegah berbagai penyakit yang tak diinginkan.

Namun, ada kalanya bagi kaum adam untuk mengetahui beberapa penyakit yang mungkin dapat terjadi pada testis. Tertarik untuk tahu? Ikuti penjelasannya berikut, seperti dilansir melalui intimatemedicine, Selasa (20/3).

Kista di sekitar skrotum

Kista di sekitar skrotum (kantung kemaluan) dapat terjadi pada semua usia, tetapi paling sering terjadi pada pria berusia 40 tahun keatas. Ketika ukurannnya masih kecil, biasanya dokter tidak melakukan tindakan karena pertumbuhan kista tersebut dianggap tidak berbahaya. Namun, kista yang sudah besar justru lebih menyakitkan dan mengganggu, dan harus diangkat dengan operasi.

Pria bisa merasakan adanya kista di sekitar skrotum testis saat meraba bagian tersebut. Kista ini seperti benjolan, rasa nyeri di testis dan pembuluh vena terasa tegang saat disentuh. Kista ini berisikan cairan jenih dan tidak berwarna.

Hidrokel

Istilah hidrokel berasal dari Yunani dan itu berarti kantong air. Penyakit ini terjadi berupa pembengkakan tanpa rasa sakit dari skrotum yang disebabkan pengumpalan cairan di sekitar testis. Hidrokel primer (alami) mulai terlihat sejak usia 2 tahun, sedangkan hidrokel sekunder kerap terjadi pada pria berusia 40 tahun keatas. Penyakit ini sungguh menyakitkan, dan biasanya timbul akibat adanya cedera, peradangan atau infeksi.

Salah satu penyebab timbulnya penyakit ini adalah skrotum membesar, sehingga membuat penderitanya merasa memiliki testisnya berat. Karena mengganggu dan menyakitkan, dokter akan memompa cairan untuk dikeluarkan. Biasanya, pembesaran lebih sering terjadi pada bagian kanan.

Orkitis

Orkitis adalah peradangan pada kedua sisi testis, atau hanya satu sisi saja, sehingga menyebabkan pembengkakan, rasa nyeri dan demam. Orkitis dapat disebabkan oleh berbagai jenis bakteri dan virus. Jika disebabkan oleh virus, orkitis bisa disembuhkan dengan antibiotik.

Gejalanya berupa pembengkakan testis, testis terasa berat, demam, sekresi penis dan rasa sakit saat melakukan hubungan seks, kencing atau ejakulasi. Dalam kasus ekstrim, darah bisa keluar dari air mani. Mengobati orkitis bisa dilakukan dengan suntikan. Untuk pencegahan bisa menggunakan kondom karena penyakit ini bisa timbul karena melakukan hubungan seksual berisiko.

Torsio testis

Penyakit ini kerap terjadi pada anak laki-laki atau remaja, namun pria dewasa juga berisiko mengalaminya. Torsio testis terjadi akibat perkembangan abnormal dari funikulus spermatikus (selaput yang membungkus testis). Akibatnya testis mudah melintir atau berputar, sehingga akan menghentikan aliran darah ke testis.

Untuk mengobatinya, dokter harus mengembalikan testis ke posisi semula untuk meminimalkan kerusakan lebih lanjut. Jika tak segera diatasi dapat menyebabkan kerusakan yang mengakibatkan testis rusak, sehingga harus diangkat. Beberapa penyebabnya, antara lain adalah perubahan suhu udara mendadak (seperti saat berenang), ketakutan, latihan yang berlebihan, batuk, atau celana yang terlalu ketat.

Mau Terhindar Disfungsi Ereksi? Ya Olahraga

Sebah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Sexual Medicine menyebutkan bahwa pria yang mengonsumsi obat-obatan untuk mengatasi disfungsi ereksi malah akan menghancurkan kehidupan seksual mereka.
Seperti dilansir situs duniafitnes, ini bukan berarti kesalahan ada pada obat-obatan tersebut. Penelitian lebih lanjut mengungkap bahwa ada tiga penyebab lain yang dapat mengakibatkan seseorang mengalami disfungsi ereksi, yaitu:

Gangguan dan Tekanan
Gangguan dan tekanan bisa menjadi faktor yang dapat mengakibatkan seseorang mengalami disfungsi ereksi, ungkap sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal Behaviour Research and Therapy. Peneliti mengumpulkan 48 orang dan meminta mereka untuk menyaksikan film dewasa. Tubuh partisipan juga dimonitor menggunakan peraltan khusus untuk mengetahui tingkat rangsangan yang dialami masing-masing orang. Hasilnya, hampir semua peserta mengalami penurunan ereksi ketika terganggu dengan suara interkom saat asik menonton film tersebut.

Kulit yang Terlalu Kering
Menurut Journal of Sexual Medicine, orang yang mengalami eksim, yaitu kondisi alergi pada kulit berupa kulit bersisik dan ruam yang gatal. Orang dengan kondisi ini memiliki risiko 60 persen lebih tinggi mengalami disfungsi ereksi dibanding pria sehat. Mengapa demikian? Para peneliti menyimpulkan bahwa peradangan yang mendasari kulit, terutama di daerah organ seksual, dapat mempengaruhi aliran darah di arteri, sehingga dapat menggangu aliran darah menuju organ seksual dan menyebkan disfungsi ereksi.
Salah satu solusi untuk mengurangi risiko peradangan pada kulit adalah dengan meningkatkan konsumsi minyak ikan. Penelitian menunjukkan bahwa minyak ikan tidak hanya mengurangi peradangan, tetapi juga membantu menurunkan trigliserida dan meningkatkan kolesterol baik (HDL) sekaligus mengendalikan tekanan darah.

Air Mata Wanita
Menjadi sedih dan melihat air mata wanita ternyata dapat menurunkan kadar testosteron dalam tubuh, ungkap sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Science. Penelitian dilakukan pada 24 pria. Mereka diminta untuk mengendus air mata yang dikumpulkan dari perempuan yang menonton film sedih. Kelompok lainnya diminta mengendus larutan garam. Kemudian diminta melihat berbagai pose wanita yang ditampilkan dalam slide foto.
Hasilnya, mereka yang mengendus larutan air mata mengalami penurunan libido terhadap wanita. Hari berikutnya, percobaan diulang. Tapi kali ini air mata dibandingkan dengan air tawar. Meski para peserta tidak bisa membedakan mana aroma air mata dan air tawar, hasil yang diperoleh tetap sama.

Berolahraga rutin merupakan obat mujarab mencegah disfungsi ereksi. Sayang, “obat” ini yang kerap diremehkan kaum pria.

Kepala Departemen Urologi, Fakultas Ilmu Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI-RSCM), Dr. dr. Nur Rasyid, SpU mengungkap aktivitas gerak rutin seperti olahraga memungkinkan penurunan resiko disfungsi ereksi mencapai 70 persen.

“Itu mengapa olahraga sangat diperlukan,” kata dia dalam acara Disfungsi Ereksi (DE): Mengapa Pria Enggan membicarakan serta mengkonsultasikannya ke dokter? di Jakarta, Rabu (23/5).

Menurut Rasyid, olahraga rutin akan memperbaiki fungsi pembuluh darah sehingga aliran darah dalam tubuh berfungsi optimal.

Selanjutnya, metabolisme dan hormon juga tetap baik. “Bila keduanya berfungsi baik maka akan berpengaruh pada fungsi ereksi,” kata dia.

Dikatakan Rasyid, bila dibandingkan dengan masyarakat zaman dahulu, masyarakat di era modern seperti sekarang lebih mudah terkena penyakit. Itu karena kurang gerak.

“Ya, dahulu kita mesti berburu ketika hendak makan. Sekarang cukup telpon saja makanan sudah datang dalam sekejab,” kata dia.

Anak Muda Juga Berisiko Impotensi

Disfungsi ereksi atau yang dikenal dengan impotensi merupakan masalah klasik yang kerap menjadi momok bagi pria paruh baya. Namun, baru-baru ini sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Sexual Medicine mengungkap bahwa kini impotensi tidak hanya menyerang pria paruh baya tetapi juga menyerang pria-pria dewasa hingga remaja.

Tim peneliti dari Universitas Vita-Salute San Raffaele, di Milan, Italia, menemukan setengah dari para pria yang mengeluhkan impotensi adalah dampak dari bertambahnya usia. Uniknya, peneliti juga menemukan faktor risiko lain yang dapat memperburuk kondisi impotensi bahkan di usia muda, yaitu kebiasaan merokok dan mengonsumsi obat-obatan terlarang.

Seperti dilansir TimesofIndia dan duniafitnes.com, kenaikan risiko impotensi di usia muda merangkak naik dari 2 persen hingga 4 persen akibat gaya hidup tidak sehat tersebut. Peneliti mendata lebih dari 400.000 pria yang mengaku mengalami impotensi di sebuah klinik kesehatan. Sebanyak 26 persen dari jumlah tersebut diketahui berusia di bawah 40 tahun.

Giussepe Davida selaku seksolog dari Universitas Vita-Salute San Raffaele mengatakan, secara fisik kondisi kesehatan pria muda jauh lebih baik dari orang-orang yang berusia 40 tahun. Namun gaya hidup tidak sehat di usia muda membawa mereka pada kekhawatiran baru, yakni impotensi di usia muda.

Buah Ini Bisa Tingkatkan Kesuburan Pria

elain kaya akan nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh, mengonsumsi jambu air juga berdampak positif bagi kesehatan, di antaranya seperti dilansir situs duniafitnes:

Cegah Dehidrasi

Jambu air memiliki kadar air yang cukup tinggi. Penelitian menyebutkan bahwa kandungan air dalam setiap 100 gram jambu air bisa mencapai 93 persen sehingga efektif untuk mencegah dehidrasi. Kandungan air yang melimpah dan segar tersebut juga dapat membantu meningkatkan mood baik bagi siapa saja yang mengonsumsinya.

Tingkatkan Kesuburan

Tidak ada yang menyangka jika buah yang satu ini juga baik untuk membantu meningkatkan kesuburan pria. Kandungan vitamin C dalam jambu air berfungsi sebagai antioksidan yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan sel-sel tubuh, termasuk sel-sel sperma dari kerusakan akibat paparan radikal bebas.

Jaga Kesehatan Mata

Jambu air juga dilengkapi dengan vitamin A. Seperti kita ketahui bahwa vitamin A diperlukan mata agar tetap berfungsi optimal seiring bertambahnya usia, serta menambah imunitas tubuh dengan mendongkrak kinerja sel darah putih atau leukosit yang disebut antibodi serta antivirus. Mengonsumsi jambu air juga baik untuk mengatasi mata lelah akibat bekerja terlalu lama di depan layar komputer.

Cegah Diare

Menurut PK Warrier dari Universitas Purdue, ekstrak biji jambu air dapat digunakan untuk mencegah diare. Bahkan di India, ramuan bunga jambu air sering digunakan sebagai obat penurun panas dan demam pada anak-anak.

7 Gerakan Olahraga Angkat Beban Untuk Tingkatkan Performa Seks Pria

Fitnes tidak hanya membuat tubuh lebih fit, tapi juga meningkatkan kualitas kehidupan seks Anda dan pasangan. Dikutip dari Womansday, beberapa ahli fitnes dan terapis seks merekomendasikan gerakan-gerakan dalam fitnes dan yoga yang bisa membangkitkan gairah bercinta di kamar tidur Anda!

1. Squat
Squat tak hanya membentuk kaki dan bokong jadi lebih indah. Tapi juga melancarkan aliran darah ke area tubuh yang bisa membangkitkan libido. Ahli fitnes Debbie Mandel, MA, menyarankan gerakan squat yang benar, yaitu melebarkan kedua kaki sejajar dengan bahu. Buatlah posisi seperti Anda sedang duduk di kursi. Semakin rendah posisi squat, akan semakin besar manfaat yang didapat. Lakukan 15-30 kali.

2. Happy Baby Pose
Tubuh yang lentur bisa mewujudkan seks yang hebat. Untuk melatih kelenturan tubuh, lakukanlah happy baby pose. Gerakan ini akan meregangkan tulang belakang sekaligus menenangkan otot aduktor (otot di area pinggul ke bawah) dan paha belakang. Happy baby pose bisa membantu saat penetrasi seks ketika dalam posisi misionaris.

3. Pelvic Tilts
Pria kerap mengalami sakit punggung bagian bawah, yang kadang bisa memengaruhi posisi dan gairah seks. Latihan pelvic tilts, bisa menguatkan otot punggung dan tulang panggul saat Anda bercinta. Berbaringlah dengan posisi lutut menekuk 45 derajat, serta telapak kaki menapak di lantai datar. Angkat tulang panggul, dan tahan daerah perut. Lalu turunkan perlahan-lahan. Lakukan gerakan ini 20-25 kali.

4. Biceps Curls
Latihan angkat beban juga bisa meningkatkan hasrat seks, disamping memperindah lengan. Pegang barbel atau dumbbell, lalu gerakkan tangan ke atas dan ke bawah 15-20 kali. Gerakan ini bisa meningkatkan level testosteron secara alami. Studi ilmiah menunjukkan bahwa testosteron memegang peranan penting dalam mengatur dorongan seksual pada pria dan wanita.

5. Kegel
Kegel merupakan terapi yang efektif untuk pria dan wanita dengan tingkat libido rendah. Senam Kegel melatih otot-otot di sekitar panggul yang berkontraksi saat orgasme (PC). Reaksi seperti goncangan dan ‘kejang’ saat orgasme distimulasi oleh kontraksi spontan dan cepat otot ini. Gerakan mengencangkan dan mengendurkan otot PC 25 kali saat penetrasi seks bisa membantu pasangan mencapai klimaks.

6. Plank Pose
Plank pose (meluruskan badan seperti papan) merupakan gerakan yang cukup populer dalam latihan yoga. Latihan ini bereaksi pada lengan atas, perut, paha dan bokong. Empat area ini penting dalam menjaga kestabilan tubuh saat bercinta dalam posisi woman on top. Saat plank pose, buat tubuh Anda selurus dan sedatar mungkin. Tahan posisi ini 10 detik, regangkan lalu ulangi hingga 10 kali.

7. Bridge Pose
Membantu menguatkan otot punggung, bokong dan lutut. Menurut ahli terapi seks Madeleine Castellanos, bridge pose membantu menambah kenikmatan seksual pada pria karena meningkatkan kekuatan dan ketahanan pada otot-otot tersebut saat bercinta. Tahan posisi ini 10 detik, bernapaslah secara normal. Turunkan perlahan dan santailah sebelum mengulanginya 10 kali lagi.

7 Cara dan Gaya Hidup Sehat Untuk Seks Lebih Lama dan Menghindari Ejakulasi Dini

Mengubah gaya hidup jadi lebih sehat ternyata tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah. Kesehatan organ seks juga jadi lebih balk. Disfungsi ereksi (DE) yang dialami pria bisa membaik setelah pria mengubah gaya hidupnya jadi lebih sehat.

Sekarang rnakin jelas bahwa pria yang sehat memiliki kehidupan seks yang juga sehat. Demikian hasil sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Archives of Internal Medicine. Pria sehat jelas memiliki peredaran darah yang sehat. Berkat peredaran darah yang sehat, ereksi pun bukan masalah buat mereka.

Sebagaimana diketahui, pola makan sehat yang kaya akan sayur dan buah, olah raga teratur, dan menjaga berat badan normal bermanfaat mengurangi risiko terkena serangan jantung dan stroke. Hasil riset dalam Archives of Internal Medicine menyatakan bahwa pria dengan hidup sehat ternyata bisa efektif memperbaiki disfungsi ereksi (DE).

Buat pria, DE bukan hanya tanda bahaya buat kebahagiaan rumah tangga, tetapi juga pertanda ada masalah kesehatan serius. Menurut penelitian tersebut, DE bisa menjadi faktor risiko untuk sakit sebelum datangnya diagnosis penyakit jantung.

“Faktor risiko mengurangi penyakit jantung dan DE pada dasarnya hampir sama. Keduanya terjadi karena kurang olah raga, kegemukan atau obesitas, diabetes, merokok, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan pola makan tak sehat. Anda bisa mengobati penyakit jantung dengan mengubah gaya hidup. Perubahan gaya hidup itu juga akan memperbaiki masalah DE,” kata Stephen L. Kopecky, MD, ahli jantung dari Mayo Clinic di Rochester Minnesota, AS, yang melakukan penelitian tersebut.

Dongkrak Motivasi Riset tersebut meneliti 740 pria dalam enam penelitian. Usia rata-rata 55 tahun. Perubahan gaya hidup dengan atau tanpa obat seperti obal penurun kolesterol memperbaiki disfungsi ereksi dan membantu menurunkan kadar kolesterol darah.

“Ketika lelaki usia 30 hingga 50-an tahun menderita disfungsi ereksi, dia sebaiknya memeriksakan diri ke dokter jantung untuk pemeriksaan lengkap. Segalanya harus diperiksa sebelum terjadi serangan stroke atau serangan jantung,” kata Kopeck kepada WebMD.

“Gaya hidup sehat memiliki manfaat penting untuk memperbaiki penyakit yang sangat berarti buat pria yaitu fungsi seks. Sebagian pria tampaknya tidak terganggu dengan gaya hidup yang mendatangkan penyakit jantung atau kanker di masa depan. Penggunaan obat untuk disfungsi ereksi yang sangat mahal seharusnya memberikan motivasi kepada pria untuk mengadopsi gaya hidup sehat dalam mengatasi keluhan mereka,” papar Thomas A. Pearson, MD, Ph.D, MPH, profesor dari University of Rochester School of Medicine and Dentistry di New York, yang menjadi penulis tambahan untuk penelitian tersebut.

Suzanne Steinbaum, DO, ahli jantung dari Lenox Hill Hospital New York City, juga setuju dengan hal ini, yakni bahwa disfungsi ereksi adalah tanda tanda dini buat penyakit jantung.

“Ini adalah satu dari tanda-tanda bahaya yang mengatakan ada masalah lebih besar di jantung. Pola makan, olah raga, dan berat badan akan memperbaiki gejala disfungsi ereksi dan menurunkan risiko sakit jantung dan stroke,” katanya.
Adanya disfungsi ereksi itu tampaknya cukup untuk mendorong pria membuat perubahan yang membuat mereka hidup lebih panjang.

Jauhi Penyebab Disfungsi Ereksi

  • Alkohol, konsumsi alkohol berlebihan bisa mengganggu ereksi. Efeknya terhadap-ereksi biasanya hanya sementara.
  • ┬áDepresi bisa menyebabkan DE. Ironisnya, obat untuk depresi juga menekan gairah seks clan membuat ereksi makin sulit terjacli.
  • Stres. Dampak stres bisa ke seluruh tubuh, termasuk penis.
  • Kemarahan. Marah bisa menyebabkan darah mengalir ke wajah, bukannya ke organ seks ketika akan berhubungan seks. Kemarahan yang tak tersalurkan juga bertanggung jawab terhadap gangguan ereksi.
  • Kecemasan. Cemas tidak bisa ereksi akan membuat ereksi makin sulit terjadi.
  • Kegemukan. Gemuk juga mengganggu kehidupan seksual. Pasalnya, pria gemuk memproduksi lebih sedikit testosteron, hormon yang diperlukan untuk menghasilkan ereksi. Kegemukan juga memicu pengerasan arteri, yang menyebabkan darah yang mengalir ke penis berkurang.
  • Obat. Obat-obatan tertentu bisa mengganggu terjaclinya ereksi, misalnya obat tekanan darah, antidepresi, penghilang nyeri. Amfetamin, kokain, marijuana juga potensial mendatangkan masalah seks pada pria.