Monthly Archives: August 2013

6 Hal Yang Perlu Dilakukan Untuk Mencegah Kerontokan Rambut

Kebotakan seringkali terjadi pada pria. Pada usia 35 tahun, sekitar dua-pertiga pria akan mengalami beberapa kerontokan rambut yang cukup banyak. Sedangkan hampir 85 persen pria akan memiliki rambut yang menipis secara signifikan pada usia 50 tahun.

Meskipun kebotakan dapat disebabkan oleh genetik, namun ada beberapa penyebab kebotakan yang dapat dicegah, seperti kekurangan gizi, infeksi, obat resep, produk kimia rambut, dan bahkan stres emosional. Dengan meminimalkan hal tersebut, sambil memfokuskan pada cara-cara untuk merangsang pertumbuhan, dapat dilakukan untuk mencegah kebotakan.

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah kebotakan sepert dikutip dari FoxNewsHealth, Kamis (22/12/2011) antara lain:

1. Makan lebih banyak ikan

Ikan tidak hanya kaya dengan protein dan mineral, tetapi juga merupakan sumber yang sangat baik dari asam lemak omega 3 dan vitamin D. Kedua zat gizi tersebut telah dikaitkan untuk mencegah kerontokan rambut pada pasien kemoterapi.

2. Menjaga kadar zat besi

Anemia defisiensi besi lebih umum terjadi pada wanita. Anemia defisiensi besi adalah penyebab terkenal dari kerontokan rambut. Namun mungkin banyak orang yang tidak menyadari bahwa kekurangan zat besi seringkali menyebabkan kerontokan rambut. Dengan menambahkan beberapa makanan kaya zat besi ke dalam diet sehari-hari dapat mencegah kerontokan rambut.

Makanan yang kaya zat besi, seperti bayam, biji labu, quinoa, atau tahu. Makanan-makanan tersebut khususnya penting bagi vegetarian jika sedang melakukan upaya pencegahan rambut rontok. Karena dapat lebih sulit untuk mendapatkan cukup zat besi ketika harus menghindari daging merah atau telur.

3. Mencukupi kebutuhan vitamin B

Vitamin B, seperti biotin, folat, B2, dan B12 juga penting untuk pertumbuhan rambut. Beberapa jenis vitamin B, seperti biotin, sangat penting diresepkan bersama perawatan medis untuk merawat rambut rontok. Jika kekurangan vitamin B atau nutrisi apapun, maka berkonsultasilah dengan dokter.

4. Mengelola stres

Pada suatu waktu, sekitar 85 persen dari rambut di kepala dalam fase perkembangan, sedangkan 15 persen adalah dalam tahap akhir kematian. Peristiwa stres tertentu sebenarnya dapat menghasilkan perubahan siklus alami, yang menyebabkan sebanyak 30-40 persen dari rambut untuk mulai mati. Hasilnya pada 3 bulan kemudian, terlihat peningkatan kerontokan rambut. Stres yang berkepanjangan atau stres kronis dapat menjadi penyebab kerontokan rambut.

5. Baca label obat resep yang dikonsumsi

Kebanyakan pria tahu bahwa kemoterapi dapat menyebabkan rambut rontok. Tetapi sebagian besar tidak menyadari bahwa ada banyak obat resep yang juga dapat menyebabkan rambut rontok. Pengencer darah seperti warfarin, obat rematik, dan obat psikiatri seperti lithium hanya beberapa contoh dari obat-obatan resep yang dapat menyebabkan kerontokan rambut. Pastikan untuk membaca label dari semua obat resep sebelum mengonsumsi obat tersebut.

6. Jaga kebersihan diri

Meskipun bukan merupakan penyebab langsung dari rambut rontok, namun kurangnya kebersihan diri dapat menyebabkan infeksi jamur di kulit kepala, seperti tinea capitis yang menyebabkan rambut rontok. Dengan menjaga kulit kepala dan rambut selalu bersih melalui keramas teratur, maka akan mencegah infeksi jamur dan membantu mencegah kebotakan. Namun keramas terlalu sering juga dapat merusak kelenjar sebaceous dari kulit kepala yang membuat sebum, yang secara alami melembabkan rambut dan kulit.

Advertisements

Gejala Rambut Rontok Karena Kekurangan Zat Besi

Rambut yang sering rontok bisa mengganggu penampilan dan kepercayaan diri seseorang. Jika berbagai hal sudah dilakukan tapi rambut tetap rontok, bisa jadi kondisi ini akibat kekurangan zat besi.

Umumnya rambut yang rontok adalah bagian normal dari siklus pertumbuhan rambut, normalnya rambut yang rontok sekitar 100 helai per hari dan rambut bisa bertahan rata-rata hingga 4,5 tahun sebelum akhirnya rontok. Tapi jika rambut yang rontok melebihi jumlah tersebut, patut dicari penyebabnya.

Kerontokan rambut bisa terjadi karena berbagai alasan termasuk usia, penyakit alopecia, ketidakseimbangan hormon, stres, kondisi medis, konsumsi obat tertentu atau kekurangan gizi seperti zat besi.

Meskipun dalam beberapa kasus, masalah rambut rontok bisa diatasi dengan menggunakan konsumsi obat-obatan tertentu. Tapi jika disebabkan oleh kekurangan zat besi, maka kondisi ini dapat diperbaiki dengan mengubah gaya hidup atau pola makan.

American Academy of Dermatology mengungkapkan jumlah asupan zat besi yang rendah bisa menyebabkan rambut rontok, ini karena pertumbuhan rambut terhambat sehingga memicu kerontokan, seperti dikutip dari Livestrong, Jumat (31/8/2012).

Normalnya laki-laki dan perempuan yang berusia di atas 51 tahun membutuhkan asupan zat besi sebanyak 8 mg, sedangkan perempuan berusia 19-51 tahun membutuhkan asupan zat besi 2 kali lipat yaitu 18 mg.

Umumnya jika rambut rontok akibat kekurangan zat besi maka bisa diatasi dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan zat gizi ini seperti daging terutama hati dan daging mrah, oatmeal, kacang kedelai dan sayuran berdaun hijau seperti bayam.

Kekurangan zat besi juga bisa menyebabkan anemia yang dapat memicu terjadinya kelelahan ekstrim, rambut rontok, tubuh lemah, pusing, tubuh terasa dingin dan kesulitan konsentrasi.

Tips Mengatasi Rambut Rontok Bagi Muslimah Berjilbab

Banyak wanita mengeluhkan rambutnya menjadi semakin rontok sejak memakai jilbab. Padahal jilbab merupakan identitas bagi wanita Muslim. Menurut dokter, kerusakan dan kerontokan rambut pada wanita berjilbab ini sebenarnya bisa dicegah dengan beberapa cara mudah.

“Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh wanita berjilbab agar rambutnya tetap sehat. Pertama, berapa lama ia memakai jilbab dalam satu hari. Kedua, apakah setiap hari jilbabnya diganti. Ketiga, bahan jilbab dan ciput seperti apa yang digunakan. Dan keempat, seberapa sering ia terpapar asap polusi,” papar dr Eddy Karta, SpKK, dokter spesialis kulit dan kelamin RSCM, kepada detikHealth dan ditulis pada Kamis (22/8/2013).

Sebagian besar wanita berjilbab yang bekerja menggunakan jilbab hampir selama 12 jam dalam satu hari. Hitungan ini digunakan dr Eddy dalam memperkirakan bahwa ia menggunakan jilbab tersebut mulai dari pagi hingga malam hari saat sampai di rumah. Kondisi ini tentu ‘menutup’ rambut dan menyebabkan rambut menjadi lembab.

Dilanjutkan oleh dr Eddy, jika memang Anda termasuk wanita aktif seperti itu, maka perbaiki kondisi rambut dan cegah rambut rontok dengan cara berikut:

1. Jangan mengikat rambut terlalu kencang. Bisa dibayangkan jika rambut diikat kencang dan ditutup selama seharian, pasti akan menimbulkan ketombe dan pada akhirnya rambut menjadi rontok.

2. Pilih bahan jilbab yang menyerap keringat seperti katun paris. Hindari penggunaan bahan yang licin terlalu sering seperti sifon.

3. Perhatikan juga bahan ciput yang digunakan, usahakan untuk memakai dengan bahan yang lembut, menyerap keringat, dan jangan terlalu ketat.

4. Konsumsi makanan kaya protein seperti seafood. Penuhi juga asupan vitamin B yang bisa didapat dari sereal gandum, roti, daging merah, kuning telur, sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, jagung manis, beras merah, dan buah-buahan.

5. Usahakan untuk keramas setiap hari. Menurut dr Eddy, kondisi rambut yang seharian tertutup tentu akan lembab dan jika tidak dicuci bisa menyebabkan bau dan menimbulkan ketombe. Pada akhirnya, ketombe akan menyebabkan kerontokan rambut.

6. Meskipun tertutup jilbab, bukan berarti rambut aman dari paparan asap polusi. Tetap hindari sebisa mungkin paparan asap polusi yang terlalu banyak.

7. Ganti jilbab setiap hari. Selain menjaga agar kondisi rambut tetap sehat dan bersih, mengganti jilbab setiap hari juga mengurangi risiko rambut rontok.