Alasan mengapa kita sering Mengantuk

Kita terkadang mengalami kesulitan untuk tetap terjaga, sering mengantuk saat siang hari yang berlebihan, mudah tertidur dan mengalami kesulitan dengan perhatian atau konsentrasi. Kita mungkin bertanya-tanya kenapa sering mengalami keluhan mudah mengantuk dan badan terasa mudah lelah.
Mengantuk merupakan salah satu tanda dari tubuh kita agar melakukan istirahat dari kegiatan.Biasanya datang rasa kantuk saat malam hari atau saat merasa lelah. Tetapi dalam kondisi tertentu orang mengalami rasa kantuk yang berlebihan atau selalu merasa mengantuk, bahkan saat kita aktifitas atau bekerja.

Berikut adalah beberapa kemungkinan alasan mengapa kita merasa mengantuk sepanjang hari :

Kurang darah (Anemia)

Kurang darah atau anemia adalah salah satu penyebab timbulnya rasa kantuk yang paling sering terjadi. Kekurangan sel darah merah menyebabkan gangguan kebutuhan oksigen dalam jaringan atau organ tubuh manusia, sehingga menimbulkan akibat sering merasa mengantuk.

Ada bermacam-macam anemia, namun yang paling sering dijumpai di negara berkembang adalah anemia defisiensi besi, yaitu anemia yang disebabkan oleh kurangnya persediaan besi untuk pembentukan sel darah merah dan hemoglobin.

Menurut penelitian Martoatmojo et al, kejadian anemia defisiensi besi di Indonesia ternyata cukup tinggi, yaitu 16-50% pada laki-laki, 25-84% pada perempuan tidak hamil, dan 46-92% pada perempuan hamil. Yang beresiko mengalami anemia defisiensi besi antara lain:

  1. Wanita menstruasi
  2. Wanita menyusui/hamil karena peningkatan kebutuhan zat besi
  3. Bayi, anak-anak dan remaja yang merupakan masa pertumbuhan yang cepat
  4. Orang yang kurang makan makanan yang mengandung zat besi, jarang makan daging dan telur selama bertahun-tahun.
  5. Menderita penyakit maag.
  6. Penggunaan aspirin jangka panjang
  7. Kanker kolon
  8. Vegetarian karena tidak makan daging, akan tetapi dapat digantikan dengan brokoli dan bayam.

Anemia defisiensi besi secara umum dapat disebabkan oleh kekurangan asupan besi, gangguan penyerapan besi, serta kehilangan besi akibat penyakit tertentu. Penyebab spesifik yang terkait dengan 3 proses diatas adalah:

  1. Perdarahan menahun misalnya tukak lambung, menstruasi banyak, perdarahan dalam saluran kencing, batuk darah, infeksi cacing tambang
  2. Kurangnya jumlah besi dalam makanan
  3. Peningkatan kebutuhan besi yang tidak sesuai dengan asupan, misalnya pada kehamilan
  4. Gangguan penyerapan besi pada saluran pencernaan.

Selain gejala-gejala yang disebutkan di atas, gejala lain yang khas muncul pada anemia defisiensi besi antara lain kuku seperti sendok (koilonychia), permukaan lidah menjadi halus, peradangan sekitar bibir, dan adanya Pica yaitu keinginan untuk memakan tanah. Lebih lanjut, gejala-gejala yang susuai dengan penyakit yang mendasarinya juga akan muncul, seperti infeksi cacing tambang akan muncul gejala sakit maag, atau BAB darah yang dapat terjadi pada kanker kolon.

Jika anda adalah termasuk dalam orang yang beresiko mengalami anemia atau anda sedang mengalami gejala-gejala di atas, jangan dianggap sepele, segeralah memeriksakan diri ke dokter. Dokter akan memberikan suplemen besi oral dan mengobati penyebab anemia anda. Selain itu makanlah makanan yang banyak mengandung zat besi seperti sapi, ayam, ikan, kacang-kacangan, kentang, bayam, tahu, buah-buahan, roti gandum, dan sebagainya. Sangat dianjurkan untuk mengurangi kebiasaan minum teh sesaat dan setelah makan karena kandungan tannic acid pada teh dapat menghambat penyerapan zat besi dalam makanan yang kita konsumsi.

Produksi Hormon Tiroid Menurun (Hypothyroid)
Hormon tiroid di produksi oleh kelenjar tiroid yang terletak di dasar leher. Fungsi hormon tiroid adalah sebagai alat pengontrol metabolisme dan mengatur pembakaran energy dalam tubuh manusia. Ketika hormone tiroid menurun produksinya maka fungsi metabolisme dan pembakaran energi pada tubuh menurun. Hal itu menyebabkan badan menjadi lemah, lesu dan selalu mengantuk.

Kencing Manis (Diabetes)
Gula darah berfungsi sebagai bahan bakar dari energy tubuh. Dengan gula darah yang terlalu tinggi berakibat tubuh tidak dapat menggunakannya menyediakan energi. Sehingga orang yang mengalami peningkatan gula darah yang berlebihan muncul keluhan merasa lelah dan mengantuk sepanjang waktu.

Kekurangan cairan tubuh (Dehydration)
Salah satu tanda dari kekurangan cairan tubuh adalah lelah dan mudah mengantuk. Oleh karena itu di perlukan cairan tubuh yang cukup untuk menjaga tubuh agar tetap segar.

Perasaan sedih yang sangat mendalam (Depression)
Gejala yang paling umum pada orang yang mengalami depresi adalah Kelelahan, selalu mengantuk, sakit kepala dan menurunnya nafsu makan.

Gangguan tidur (Sleep Disorder)
Adanya Gangguan tidur menyebabkan perasaan kelelahan dan rasa kantuk yang terus-menerus.

Sindrom kelelahan kronis (Chronic Fatigue Syndrome)
Sindrom kelelahan kronis yaitu lelah sulit hilang dan biasanya ditandai dengan lemah, lesu, mengantuk, mudah marah, nyeri otot dan juga dapat menyebabkan hilangnya memori.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s