Hindari Gigi Sensitif, Agar Hidangan Lezat tak Jadi Malapetaka

MENIKMATI sajian kuliner dari berbagai penjuru nusantara seperti yang dilakukan Bondan Winarno di televisi, tentu jadi keinginan banyak orang.

Tapi, perlu diingat, hidangan menggugah selera yang sudah tersaji di depan mata berubah menjadi petaka!

Bukan sensasi kelezatan yang didapat, apapun yang masuk ke mulut, terutama makanan panas, dingin, asam, dan manis, justru akan menimbulkan rasa ngilu yang menyakitkan pada gigi. Itulah yang dinamakan gejala gigi sensitif.

“Dentin yang menyelimuti hampir seluruh bagian gigi memiliki pori-pori, dengan jutaan saluran kecil menuju saraf. Ketika dentin terbuka, bagian yang terekspos lingkungan akan merasakan berbagai sensasi, seringkali ngilu yang intens dan menusuk,” demikian penjelasan dari GlaxoSmithKline (GSK) Dental Manager, Ariandes Veddytarro.

Dalam diskusi yang digelar di sela acara “Sensodyne-Festival Ice Cream Around The World”, Minggu (19/5) siang, juga terungkap berbagai fakta terkait masalah gigi sensitif.

Berdasar riset (Ipsos Indonerisan 2011), ada 45 persen orang di Indonesia yang mengalami gigi sensitif. Sayangnya, 52 persen dari penderita tak menyadari gejala yang mereka rasakan.

Sementara itu, survey “Sensodyne Just Say It” menemukan beberapa sajian kuliner yang paling ditakutkan menimbulkan ngilu pada gigi. Es krim menempati urutan teratas dengan 54 persen. Disusul kemudian dengan bakso kuah panas (4 persen), cokelat manis (4 persen), air dingin (3 persen), dan mangga muda yang asam (3 persen).

Bondan Winarno mengaku sudah menemukan solusi untuk mengatasi masalah di atas dengan pasta gigi yang menganung bahan aktif pereda nyeri gigi (desensitizing agents).

“Kalau gigi sehat, apa saja bisa dicicipi. Sensodyne membuktikan bahwa gigi sensitif itu bisa diatasi, sehingga tidak perlu lagi menghindari makanan dan minuman yang maknyus,” tuturnya.

Di akhir diskusi, Ariandes Veddytarro tak lupa mengingatkan masyarakat untuk menghindari tiga kebiasaan yang dapat memicu timbulnya gigi sensitif. Yaitu, menyikat gigi terlalu keras, mengkonsumsi asam yang berlebihan, serta kebiasaan gigi bergemeletuk.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s