Kenapa Tetap Susah Tidur?

Rasanya tak ada yang lebih menyebalkan daripada rencana yang buyar lantaran hal sepele.

Besok, Anda ingin tampil maksimal saat meeting, makanya Anda telah memersiakan segala detail materi rapat, memilih work clothes yang menegaskan siluet tubuh dan masuk kamar lebih cepat.

Tapi apa yang terjadi? Tiap kali Anda memejamkan mata, buah-buah pikiran bak di komik terus bermunculan: Apakah presentasi power point telah cukup menjelaskan visi di tahun 2013? Sarapan apa ya besok?

Dan akhirnya Anda bangun dengan rasa stres, yang kian memuncak saat melihat pasangan tertidur terlelap di sebelah Anda.

Menurut Lisa Shives, M.D, seorang sleep specialist, saat Anda tidak bisa tidur, “your mind always turning on itself.”

Agar pikiran tak terus-menerus teraktivitasi di malam hari, coba jawab 12 pertanyaan berikut ini.

1. Apakah Anda terlalu terobsesi dengan weker Anda?
Seriously, ini adalah kebiasaan buruk. Tanpa melihat jam pun sudah resah, apalagi memantaunya setiap menit! Yang ada, Anda malah kian teringat akan berapa jam yang telah Anda habiskan dengan tidak tidur.

“Mencuri pandang ke weker tiap menit akan menstimulasi otak dan membuat Anda lebih fokus ke waktu daripada effort untuk tidur itu sendiri,” kata St. Louis, M.D.

2. Berapa lama Anda mencoba tidur?
Sudah 20-30 menit Anda mencoba masuk ke dalam mimpi, tapi kok tetap terjaga. “Ada kalanya kamar tidur Anda telah berubah menjadi ‘ruang penyiksaan’,” ujang St. Louis.

Carilah suatu tempat dengan pencahayaan yang redup di rumah Anda dan biarkan pikiran Anda menjelajah bebas. Atau, menurut Shives, mendengarkan audio book atau musik klasik bisa menjadi alternatif, asalkan jangan yang terlalu intens, seperti Beethoven.

Yang terpenting, jangan melakukan sesuatu aktivitas seperti mencuci piring atau membersihkan rumah karena akan memicu otak untuk beraktivitas.

3. Siapa yang tidur bersama Anda?
Anda mencintai pasangan Anda, tapi kalau dia pendengkur sejati yang konsisten merusak beauty sleep Anda, maka pasti selalu ada godaan untuk membungkam wajah si dia dengan bantal.

Sebelum hal ini terjadi, segera sadarkan dia dari kebiasaan ini. “Minta dia untuk pergi ke dokter. Mendengkur bisa merupakan gejala dari suatu kondisi yang serius, seperti sleep apnea,” jelas Mindell.

4. Apakah Anda kerap tidur siang?
Biasanya ‘penyakit’ yang timbul saat Anda tak cukup tidur adalah mencoba mencuri-curi waktu untuk tidur siang. Walaupun tidur siang sangan singkat (15-30 menit), namun bisa merusak kualitas tidur malam Anda. “Tubuh Anda sebenarnya hanya terprogram untuk tidur selama delapan jam sehari,” lanjut Roth.

5. Apakah Anda selalu khawatir?
Jika Anda sedang gelisah lantaran to-do list yang tak kunjung tuntas, bisa dipastikan waktu tidur Anda akan terganggu. Anda tidak mau kan membawa pekerjaan ke dalam alam mimpi?

“Alokasikan ‘worry time’ selama 10-15 menit, setidaknya dua jam sebelum tidur. Tuliskanlah apa yang mengganggu Anda lalu cari solusinya,” saran Jodie A. Mindell. Ph.D., dari St. Joseph University.

6. Apakah Anda coffee addict?
Sekilas trivia mengenai biologi: Manusia memiliki ‘alat bantu’ tidur yang alami di dalam tubuh dan namanya adalah adenosine. Semakin banyak chemical ini mengalir di otak, maka kemungkinan besar Anda lancar terlelap malam nanti.

Kehadiran kafein akan memengaruhi kinerja adenosine dengan meningkatkan aktivitas otak. Bagus sih kalau Anda ingin senantiasa terjaga untuk bekerja, tapi lain masalah apabila ingin menjadikan bantal sebagai sahabat.

“Jangan konsumsi kafein tiga sampai empat jam sebelum tidur. Dan kalau Anda insomnia, stop konsumsi kafein di sore hari,” jelas Thomas Roth, Ph.D., dari Henry Ford Sleep Disorder and Research Center di Detroit
7. Kapan terakhir kali Anda mencuci seprei?
Imagine this: Anda super lelah, Anda melihat tempat tidur, dan Anda langsung melompat ke atasnya dan aroma wangi yang semerbak meruap menyambut hidung. Ahh, heaven right? Pasti dalam hitungan detik Anda sudah berada di pantai dalam pelukan Ryan Gosling.

Nah, coba bayangkan sebaliknya: Aroma apek dan seprai terasa kasar, can you really sleep in them? Menurut riset, mereka yang mencium aroma lavender sebelum tidur akan mendapatkan kualitas tidur yang baik dan merasa lebih bersemangat di pagi hari.

8. Apa menu makan malam Anda?
Oke, Anda suka sambal. Tapi kalau belakangan ini Anda kerap komplain lantaran kemampuan untuk tidur maksimal hanya tiga jam, coba deh cek apa menu makan malam Anda.

Apabila yang Anda santap mayoritas memiliki bumbu cabai, jelas Anda akan merasa ‘panas’ saat tidur. Trouble sleepers juga cenderung lebih banyak menyantap makanan sarat lemak serta makanan dan minuman yang kadar asamnya tinggi seperti wine. So cut it back!

9. Apa yang biasa Anda lakukan sebelum tidur?
Nonton YouTube di iPad, nge-tweet kegalauan hati via ponsel, Skype dengan kekasih tercinta di Amsterdam? Semuanya berpotensi mengganggu jam tidur Anda.

Studi terkini menyingkap fakta kalau cahaya biru dari gadget favorit Anda bisa menekan hormon pendorong bernama melatonin. “Otak akan teraktivitasi dengan kehadiran cahaya,” ucap St. Louis. Makanya, pilihlah kegiatan seperti membaca buku.

10. Obat apa yang Anda konsumsi?
Anda sering bergantung pada obat untuk berbagai penyakit termasuk ringan seperti pilek. Tanpa Anda sadari, kotak obat Anda berisi bermacam stimulan.

“Beberapa jenis obat resep dokter, seperti mengatur tekanan darah sampai ke dekongestan, bisa menstimulasi Anda saat ingin tidur. Jangan sampai konsumsi multivitamin di sore hari karena vitamin seperti B6 dan B12 bisa mensuplai energi yang berlebihan,” jelas Mindell.

11. Bagaimana posisi tidur Anda?
“Posisi tidur dan bantal Anda bisa mempengaruhi kualitas tidur, apalagi bagi mereka yang memiliki masalah tulang punggung,” kata St. Louis.

Solusi: Kalau Anda suka tidur menyamping, tempatkan bantal atau guling di antara lutut dan paha supa tulang belakang tetap lurus; kalau telentang, posisikan bantal di bawah lutut atau gulungan handuk kecil di punggung bagian bawah; bagi yang tengkurap, letakkan bantal di bawah pelvis dan perut, dan bantal kecil di bawah wajah.

12. Anda sudah menjawab semuanya, lantas kenapa Anda tetap tidak bisa tidur?
Itu pertanda Anda perlu segera membuat appointment dengan dokter Anda. “Hampir semua orang mengalami masa-masa di mana kualitas tidur mereka kurang baik, namun kalau hal tersebut sampai berlangsung berbulan-bulan, maka jelas Anda perlu mencari tahu masalahnya,” saran St. Louis. “Kabar baiknya adalah hal itu bisa disembuhkan, entah dengan cara pengobatan atau terapi modifikasi perilaku.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s