Ketombe dan Jerawat Tak Sembuh-Sembuh Berisiko HIV/ AIDS

Orang dengan HIV mengalami gangguan imunitas. Apabila imunitas turun, ketombe dan jerawat bisa tumbuh dan tak sembuh-sembuh meskipun sudah ke dokter dan diobati beberapa kali.
“Ketombe salah satu penyebabnya sejenis ‘ragi’ dan bila imunitas seseorang turun, ragi akan merajalela,” kata Prof Hardyanto Soebono dari Bagian Telinga, Hidung dan Tenggorokan Fakultas Kedokteran UGM kepada Republika.

Dia menambahkan orang dengan HIV jerawatnya tidak sembuh-sembuh, bahkan tidak hanya di muka, melainkan menyebar ke seluruh tubuh. “Ketombe dan jerawat yang tak sembuh-sembuh itu merupakan tanda-tanda awal orang dengan HIV dan biasanya mereka masih dalam kondisi sehat,” katanya menjelaskan.

“Oleh sebab itu bagi seseorang yang mempunyai risiko tinggi HIV/ AIDS seperti orang pengguna narkoba jarum suntik, berganti-ganti pasien atau melakukan hubungan seks lebih dari satu pasangan maupun ibu rumah tangga yang mempunyai suami yang berisiko tinggi, bila menemui gejala tersebut, yakni berketombe atau dan berjerawat yang tak sembuh-sembuh meskipun sudah sampai tiga kali ke dokter, sebaiknya periksa HIV/AIDS,” beber mantan Dekan Fakultas Kedokteran UGM ini.

Kebanyakan pasien dengan gejala tersebut berusia 30-40 tahun. “Bahkan yang datang ke tempat praktek saya ada yang baru usia 20 tahun,” tutur dia. Di RS Dr Sardjito hampir setiap hari ada pasien dengan HIV baru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s