Survei: Tidur di Kamar Terpisah Bisa Perkuat Hubungan Asmara

Pasangan yang tidak tidur seranjang alias pisah ranjang biasanya dituduh sedang mengalami prahara, bahkan bisa terancam perceraian. Anehnya, sebuah survei menemukan bahwa kesimpulannya tidak selalu demikian. Bahkan tidur terpisah malah terkadang bisa mempererat hubungan.

Survei ini dilakukan oleh perusahaan asuransi rumah di Inggris terhadap lebih dari 1.000 orang berusia 18 tahun atau lebih. Hasilnya menemukan bahwa sekitar sepertiga pasangan melakukan liburan secara terpisah. Bahkan lebih dari 20 persen pasangan sering melakukan banyak hal secara terpisah.

Sekitar 39 persen pasangan percaya bahwa hubungannya jadi lebih sehat karena memiliki kebebasan dalam berumah tangga. Sedangkan sekitar 5 persen pasangan berpendapat bahwa memiliki kamar yang terpisah adalah salah satu penyebab rumah tangganya begitu bahagia.

“Mereka mengatakan bahwa ketidakhadiran pasangan membuat hati semakin dekat. Dan ini mungkin terjadi,” kata Nikki Sales, kepala perusahaan asuransi seperti dilansir Mid-Day, Kamis (16/5/2013).

Tak hanya itu, sekitar 1 dari 25 pasangan sering memutuskan untuk tidak saling bertemu selama beberapa waktu. Rata-rata setiap pasangan menghabiskan waktu bersama selama 22 jam dalam seminggu hari kerja. 50 persen responden menyalahkan jadwal kerja yang sibuk atas jarangnya menghabisakan waktu bersama.

Alasan kesibukan bersama teman-teman sering digunakan oleh 20 persen responden sebagai halangan untuk menghabiskan waktu bersama pasangan. Sedangkan 16 persen lainnya menggunakan alasan fitness. Survei juga menemukan 10 persen pria memiliki ruang bermainnya sendiri, sedangkan 4 persen wanita memiliki ruang dandannya sendiri.

Sebanyak 5 persen responden lebih suka menghabiskan malam bersama kucing atau anjingnya daripada bersama pasangannya. Bahkan sebanyak 19 persen responden melakukan makan malam di waktu yang berbeda dari pasangan secara teratur. Sebanyak 10 persen responden memasak makanan yang berbeda satu sama lain.

Survei ini juga mengungkapkan temuan yang menarik. Sebanyak 15 persen responden menggambarkan dirinya memiliki sifat yang berlawanan dengan pasangannya. Sebanyak 44 persen responden percaya bahwa memiliki minat atau hobi yang berbeda justru membuat hubungan jadi lebih kuat.

Orang-orang yang berusia di bawah 25 tahun adalah kelompok yang paling besar kemungkinannya menghabiskan waktu terpisah dari pasangan. Sebanyak 21 persen responden mengaku secara teratur tidur di tempat tidur terpisah, sedangkan pada kelompok yang berusia 55 tahun ke atas ada sebanyak 16 persen.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s