Cegah Pikun dan diabetes dengan Diet Mediterania

Pola makan ala Mediterania bukan hanya mencegah penyakit kardiovaskular dan kanker tetapi juga bisa mempertahankan fungsi daya ingat dan mengurangi risiko penyakit demensia yang menyebabkan pikun.

Pola makan ala Mediterania lebih mengutamakan makanan nabati, minyak zaitun, serta asam lemak omega-3. Pola makan ini juga rendah lemak jenuh seperti yang banyak ditemukan pada produk susu dan daging merah.

Dalam studi yang dipimpin oleh Dr.Georgios Tsivgoulis dari Universitas Alabama di Birmingham, AS dan tim dari Universitas Athens, Yunani, disimpulkan manfaat diet Mediterania untuk mencegah penurunan kognitif.

Penelitian tersebut diikuti 17 ribu peserta dari 11 negara bagian di Amerika Serikat, antara lain Tennesse. Para peserta rata-rata berumur di atas 64 tahun.

Dalam penelitian ini, partisipan yang pernah mengalami stroke tidak diikutkan. Studi ini diklaim sebagai yang terbesar dalam menghubungkan pola makan dan kemampuan kognitif.

Kemampuan kognitif para responden secara berkala diteliti menggunakan Six-Item Sceener. Para responden juga harus mengisi kuasioner untuk emngukur kemampuan mereka mengingat tanggal dan kata sederhana setelah perhatian mereka dialihkan.

Hasil penelitian menunjukkan peserta diet mediterania berisiko 13 persen lebih rendah menderita kemunduran daya ingat.

Mereka yang mengadopsi diet ini juga mampu mempertahankan kemampuan kognitif para peserta berusia 70 tahun yang sudah mengalami demensia (pikun).

Meski begitu, para partisipan yang mengidap diabetes tidak mendapatkan manfaat dari pola diet ini.

Pola makan hanya mengonsumsi daging tanpa lemak dan menggantinya dengan lemak sehat seperti pada diet Mediterania dianggap sangat baik untuk penyandang diabetes. Pola makan tersebut dinilai efektif menurunkan kadar gula darah.

Selain diet Mediterania, diet rendah karbohidrat, tinggi protein, serta rendah gula sederhana juga dianggap baik untuk para diabetesi.

“Dari keempat metode diet tersebut semuanya bisa meningkatkan berbagai aspek dalam pengendalian diabetes,” kata Dr.Olubukola Ajala, pakar diabetes dari Inggris.

Penyakit diabetes kini dianggap sebagai epidemi global. Orang yang menderita penyakit ini tidak bisa menyimpan gula darah ke dalam sel secara efektif sehingga kadar gula darah mereka melonjak tinggi.

Perubahan gaya hidup seperti penurunan berat badan dan mengurangi asupan kalori telah terbukti mampu mengendalikan kadar gula darah dan mengurangi risiko komplikasi.

Dalam analisa terhadap 20 penelitian selama kurun waktu 10 tahun terakhir, Ajala dan timnya membandingkan manfaat dari 7 diet populer terhadap pengidap diabetes tipe dua.

Diet Mediterania, diet rendah karbohidrat, diet tinggi protein, serta diet rendah indeks glikemik ternyata paling efektif menurunkan kadar gula darah.

Orang yang melakoni diet Mediterania juga bisa menurunkan berat badannya. Tapi manfaat tersebut tidak ditemukan pada ketiga metode diet lainnya.

Diet Mediterania adalah pola makan yang lebih banyak asupan buah, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, ikan, serta menggunakan minyak zaitun dan rempah untuk menggantikan garam serta butter. Lemak jenuh dari daging merah dan produk susu sangat dibatasi.

Penelitian lain juga mengaitkan pola makan tersebut dengan penurunan risiko kanker, Alzheimer, parkinson, serta risiko serangan jantung.

Pembatasan kalori yang berkesinambungan adalah elemen penting dalam pola makan diabetesi. Diet Mediterania dianggap lebih mudah diikuti dalam jangka panjang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s