Lima Cara Mengurangi Risiko Diabetes

Diabetes adalah jenis penyakit yang tidak bisa dianggap remeh, karena jika tidak dijaga dengan baik, ia bisa memicu terjadinya penyakit berbahaya lainnya seperti gangguan jantung, gangguan ginjal, disfungsi ereksi bahkan kanker. Selain dipicu faktor keturunan, diabetes mellitus juga erat kaitannya dengan gaya hidup penderitanya. Contohnya adalah malas berolahraga dan tidak menerapkan pola makan yang sehat. Seringkali, diabetes lambat terdeteksi sehingga seringkali penyakit sudah terlanjur parah.

Diabetes dibagi menjadi tiga bagian. Diabetes tipe 1, terjadi saat sistem kekebalan tubuh yang seharusnya berfungsi melawan bakteri dan virus berbahaya, justru menyerang dan menghancurkan insulin yang memproduksi sel-sel pankreas. Hal ini menjadikan jumlah insulin berkurang dan kadar gula dalam darah meningkat.

Pada diabetes tipe 2, insulin masih dapat diproduksi, namun jumlahnya tidak mencukupi atau tidak dapat digunakan dengan baik oleh tubuh. Kondisi ini disebut juga insulin resistan. Hal inilah menjadikan kadar gula dalam darah naik.

Yang ketiga ialah diabetes kehamilan. Selama masa kehamilan, plasenta memproduksi hormon tertentu. Hormon ini membuat sel-sel tubuh melawan insulin.

Kunci dalam pencegahan dan penanganan diabetes adalah dengan mengontrol asupan makanan kita, di samping rutin melakukan olahraga dan rutin mengecek kadar gula. Berikut beberapa cara sederhana untuk mencegah diabetes:
1. Olahraga.
Lakukan olahraga selama minimal setengah jam setiap hari, lima kali dalam seminggu. Olahraga dapat membantu menormalkan kadar gula darah dan menjaga berat badan.

Olah raga angkat beban, dan bukan cuma aerobik, berkaitan dengan risiko lebih rendah orang terserang diabetes, demikian hasil satu studi di AS.

“Kita semua tahu olah raga aerobik bermanfaat buat menangkal diabetes –banyak studi telah meneliti itu– tapi tak ada studi yang pernah meneliti olah raga angkat beban,” kata pemimpin studi tersebut Frank Hu, dari Harvard School of Public Health.
“Studi ini menunjukkan olah raga angkat beban penting untuk menghadapi diabetes, dan barangkali sama pentingnya dengan olah raga aerobik,” kata Hu.

Hu dan rekannya, yang laporannya disiarkan di Archives of Internal Medicine, menggunakan data lebih dari 32.000 pria profesional sehat, yang menjawab daftar pertanyaan setiap dua tahun dari 1990 sampai 2008.
Secara rata-rata, empat dari 1.000 pria terserang diabetes tipe 2 setiap tahun, demikian temuan para peneliti tersebut, sebagaimana dikutip Reuters

Risiko terkena gangguan gula darah tersebut hanya separuh di antara pria yang menjalani olah raga aerobik –seperti jalan cepat, jogging atau main tenis sedikitnya 150 menit per pekan, dibandingkan dengan mereka yang tidak berolahraga aerobik.
Pria yang melakukan olah raga angkat beban selama 150 menit atau lebih memiliki pengurangan risiko sepertiga dibandingkan dengan mereka yang tak pernah berolahraga angkat beban, terlepas dari apakah mereka berolahraga aerobik atau tidak.
Meskipun olah raga angkat beban meningkatkan massa otot dan dapat mengurangi kegemukan di perut, olah raga itu cenderung tidak memangkas berat tubuh secara keseluruhan, kata Hu.

Hasil tersebut tak membuktikan olah raga mencegah diabtes, sebab banyak pria yang tetap sehat mungkin juga lebih sehat dengan cara lain. Namun para peneliti itu berusaha sebaik mungkin untuk memperhitungkan perbedaan potensial seperti itu, termasuk usia, merokok dan pola makan.

2. Konsumsi beras merah.
Selain kaya akan serat, beras merah juga bisa mengurangi kerusakan pada pembuluh darah. Jadi Anda boleh mulai mengganti nasi putih dengan nasi merah. Memang banyak yang bilang rasa beras merah tidak seenak nasi putih, tapi demi kesehatan, tidak ada salahnya mencoba, kan?

3. Perbanyak konsumsi vitamin C.
Beberapa sumber dari vitamin C alami adalah brokoli, jeruk, dan stroberi. Jika dirasa kurang, barulah Anda bisa mengonsumsi suplemen tambahan. Konsultasikan lebih dulu dengan dokter mengenai dosis yang tepat bagi Anda.

4. Bumbu masak alami.
Sekitar dua puluh empat bumbu masak ternyata kaya akan antioksidan yang mampu mencegah peradangan yang juga terkait dengan penyakit diabetes. Antioksidan yang tertinggi ada pada kayu manis dan cengkeh.

5. Pilih makanan yang sehat.
Konsumsi makanan yang rendah lemak dan rendah kalori. Makanan yang kaya akan serat bisa membantu mengontrol kadar gula darah.

Istirahat yang cukup, mengelola stress dengan baik, dan segera berhenti merokok juga bisa membantu Anda agar terhindar dari diabetes.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s