Monthly Archives: April 2012

Tips Merayu Pria Untuk Tidur Bersama Tanpa Harus Terlihat Murahan dan Tetap Elegan

Merayu pria untuk diajak tidur bersama tidak harus selalu dilakukan dengan berpakaian seksi, berpose menggoda atau berkata-kata romantis. Rayuan mengajak tidur bisa dilancarkan dengan cara elegan, bahkan pria incaran Anda tidak perlu tahu kalau Anda sedang merayunya. Berikut ini trik mendapatkan perhatian pria tanpa terkesan gampangan, seperti dikutip dari idiva.

1. Gunakan Jari-jari Tangan
Saat mengobrol, baik itu topik tentang cuaca, isu politik atau hobi, bicaralah dengan sikap antusias dan gunakan tangan Anda untuk menambah kedekatan. Sentuh ringan lengannya saat Anda menceritakan tentang berita maupun fakta unik yang terjadi. Walaupun hanya sedikit, sentuhan mampu membangun kedekatan dan rasa akrab, serta menunjukkan kalau Anda sadah sangat nyaman berada di dekatnya.

2. Libatkan Pandangan Mata
Tatap matanya saat dia bicara, dan tunjukkan antusiasme jika topik yang dia angkat menarik tetapi jangan dengan cara membesarkan mata dan menaikkan alis karena ini hanya akan membuat Anda terlihat sebagai orang bodoh. Dia akan merasa seperti pria paling menyenangkan di dunia dan merasa nyaman saat mengobrol dengan Anda –karena perkataannya didengarkan. Membuat dia merasa terhubung dengan Anda merupakan trik paling penting (dan pintar) untuk merayunya agar mau tidur bersama karena hal tersebut menandakan Anda sudah siap untuk terhubung kearah yang lebih intim.

3. Tersenyum di Waktu yang Tepat
Senyum adalah ‘senjata’ yang ampuh saat merayu pria. Tapi gunakan di waktu dan momen yang tepat, jangan berlebihan. Ketika pria menceritakan tentang keluarga atau karirnya, berusahalah terlihat memperhatikan. Tapi saat dia melontarkan candaan, tertawalah sambil menepuk atau memegang lengannya. Tidak perlu tertawa terbahak-bahak, tapi jangan juga terlalu ‘jaim’. Tawaan dengan senyum mengembang dan bahu yang bergoyang dipandang pria sebagai sisi manis dari seorang wanita serta menambah keberaniannya untuk mengajak Anda tidur bersama walaupun sebenarnya Anda yang ingin.

Quiz: Apakah Anda Seorang Hyperseks Atau Pecandu Seks

Segala sesuatu yang berlebihan diketahui tidak baik termasuk dalam hal seks. Beberapa orang kadang bingung apakah dirinya masih dalam tahap normal atau sudah hiperseks. Berikut pertanyaan yang bisa menunjukkan seseorang hiperseks atau tidak.

Dalam studi yang dilakukan oleh peneliti dari University of California, partisipan diberikan pertanyaan mengenai rasa malu dan juga neurotisisme. Setelah menganalisis secara statistik maka peneliti menyimpulkan bahwa neurotisisme bisa menyebabkan perilaku hiperseksual.

Orang yang memiliki gangguan neurotik impulsif tetapi berusaha untuk menghindari kecemasan akan membuatnya lebih mungkin bertindak diluar jalur melalui hiperseksualitas.

Beberapa orang ada yang dijuluki terobsesi oleh seks, tapi apakah benar-benar hiperseksual atau tidak? Untukmengetahui hal itu jawablah beberapa pertanyaan berikut ini, seperti dikutip dari Menshealth, Sabtu (7/4/2012) yaitu:

1. Apakah Anda menganggap diri Anda tergantung pada pornografi atau perilaku masturbasi secara kompulsif?
Hal ini karena sekitar 60 persen responden hiperseksual diketahui melakukan masturbasi secara kompulsif dan tergantung pada pornografi.

2. Apakah memiliki kebiasaan menggunakan jasa pekerja seks?
Hal ini karena sekitar 17 persen responden melaporkan bahwa mereka secara teratur menggunakan jasa pekerja seks.

3. Apakah melakukan hubungan seks tanpa kondom dengan beberapa pasangan?
Hal ini karena sekitar 1 persen partisipan berhubungan seks tanpa kondom secara teratur.

4. Apakah secara konsisten mengkhianati pacar atau istri?
Hal ini karena 61 persen partisipan memiliki perselingkuhan secara teratur.

Jika semua pertanyaan ini dijawab dengan ‘ya’ dan disertai dengan kurangnya produktivitas saat sekolah atau bekeja serta mengganggu kehidupan, maka ia mengalami hiperseksual dan perlu pertolongan dengan psikolog klinis. Tapi jika jawaban ‘ya’ hanya untuk beberapa eprtanyaan, maka belum mencapai tahap hiperseksual.

Orang yang terobsesi oleh seks dan aktivitas seksual bisa mengesampingkan hal-hal lain dan biasa disebut dengan kecanduan seks. Hal ini bukan sekedar penyakit akibat tidak bisa menahan godaan atau rangsangan seksual saja, tapi juga ketidakberdayaan untuk mengontrol perilaku. Bahkan ahli psikolog mengkategorikan kecanduan seks ini sebagai penyakit saraf.