Monthly Archives: December 2011

Cara Menyimpan Minyak Zaitun Agar Tidak Hilang Khasiatnya

Minyak zaitun sangat dikenal akan khasiat yang dikandungnya. Baik sebagai tambahan saat menyiapkan makanan, maupun untuk keperluan sehari-hari. Namun, perlu diketahui, khasiat dan bentuknya mudah sekali rusak ketika minyak tersebut terkena sinar langsung, udara, dan panas.

Ketika membeli minyak zaitun di supermarket, ambillah botol yang terletak paling belakang. Botol paling belakang cenderung lebih terlindung dari sinar lampu toko. Untuk penyimpanan di rumah, simpanlah botol minyak zaitun di lemari yang gelap, sejuk, dan tidak sering dibuka-tutup. Atau, jika Anda jarang menggunakannya, bisa juga disimpan di dalam lemari pendingin. Jangan dekat kompor. Jika Anda membeli minyak zaitun dalam botol kaca, bungkuslah dengan aluminium foil untuk mencegah minyak zaitun terkena cahaya atau panas langsung.

Khasiat Klasik Dan Terbukti Secara Ilmiah Dari Minyak Zaitun

Khasiat zaitun dikenal sejak ribuan tahun lalu karena mengandung asam oleic (oleic acid) dan polifenol yang mampu menjadi antioksidan bagi kulit, dan rambut yang biasa menjadi keluhan setiap wanita, seperti keriput, kulit bersisik hingga rambut bercabang. Berikut beberapa perawatan dari zaitun untuk rambut hingga kulit agar selalu terjaga kelembutannya.

Rambut
Gunakan buah zaitun dalam bentuk minyak untuk menjaga sinar mahkota Anda. Caranya, oleskan ke seluruh bagian rambut dari pangkal rambut hingga ujung. Bisa juga dicampurkan dengan bahan lain seperti alpukat yang sudah dihancurkan atau kemiri, selain bersinar, rambut Anda akan terlihat lebih hitam dan tebal.

Wajah
Menghapus garis kerutan serta menunda penuaan dini pada wajah dengan mengoleskan zaitun ke seluruh bagian wajah yang sudah mulai dihinggapi garis-garis kerutan dan kering. Sambil diberi pijatan, diamkan selama 15 menit lalu bilas dengan air hangat.

Kulit
Setelah melewati usia 18, kulit akan mengalami penurunan daya elastisitas karena kerusakan akibat radikal bebas seperti polusi atau berkurangnya kolagen dan serat elastis. Akibatnya, timbullah keriput-keriput halus. Oleh karena itu, oleskan zaitun ketika mandi atau sebelum melakukan aktivitas, ke seluruh bagian tubuh. Zaitun mampu memberi rasa lembab serta kandungan oleic acid yang mampu mengenyalkan kulit.

Manfaat Minyak Zaitun Dalam Mencegah Radang Usus dan Sakit Perut

Minyak zaitun atau olive oil sejak lama memang dikenal bermanfaat bagi kesehatan. Suatu penelitian terbaru di AS menambah bukti lain bahwa minyak zaitun memberikan khasiat signifikan bagi tubuh khususnya bagi kesehatan pencernaahan..

Seperti yang diungkap pada konferensi Digestive Disease Week di New Orleans belum lama ini, para ahli di Inggris mengindikasikan bahwa peningkatan konsumsi minyak zaitun dapat menekan resiko mengidap ulcerative colitis atau penyakit akibat radang usus besar.

Beberapa peneliti dari School of Medicine, University of East Anglia Inggris, mengikuti perkembangan lebih dari 25.000 orang, yang berusia 40-65 tahun, antara 1993 dan 1997.

Tak seorang peserta pun menderita radang usus besar pada awal riset. Hingga tahun 2002, ada 22 peserta terserang penyakit radang itu. Para peneliti tersebut membandingkan makanan semua orang itu dengan mereka yang tak terserang penyakit tersebut dan mendapati bahwa mereka yang mengonsumsi paling banyak “oleic acid” menghadapi kemungkinan 90 persen lebih kecil untuk terserang penyakit radang usus kronis tersebut.

Oleic acid’ adalah asam lemak omega-9 tak-jenuh-tunggal yang terdapat pada bermacam sumber hewani dan dan nabati. Para peneliti berkesimpulan, mereka yang menyantap makanan yang mengandung “oleic acid” memiliki kemungkinan lebih kecil terserang radang usus besar.

“’Oleic acid’ tampaknya membantu mencegah perkembangan radang usus besar dengan cara mengeblok bahan kimia di usus besar yang menambah parah radang pada penyakit tersebut,” kata pemimpin studi itu Dr. Andrew Hart.

“Kami memperkirakan bahwa sekitar separuh kasus radang usus besar dapat dicegah jika ’oleic acid’ dikonsumsi dalam jumlah yang lebih banyak. Dua-sampai-tiga sendok makan minyak zaitun per hari akan memiliki dampak melindungi,” katanya.

Radang usus besar adalah penyakit radang isi perut yang mengakitkan bisul di saluran dubur dan usus besar, sehingga mengakibatkan nyeri di dalam perut, diare dan hilangnya berat badan.

Manfaat Minyak Zaitun Dalam Mencegah Kanker Payudara Pada Wanita

Meskipun cita rasanya telah menjadi daya tarik zaitun selama ribuan tahun, penelitian modern menyajikan alasan lain untuk mengonsumsinya: minyak zaitun mengandung lemak tak jenuh berantai tunggal, vitamin E dan polifenol. Dua senyawa terakhir itu berkhasiat menurunkan risiko kanker.

Sejak lama para ahli telah mengetahui pola makan seseorang terkait dengan risiko terjadinya kanker payudara. Selain anjuran untuk menghindari makanan tinggi lemak, para ilmuwan kini menyarankan para wanita untuk melakukan diet Mediterania yang berbasis buah, sayur, biji-bijian, serta minyak zaitun, sebagai jalan terbaik untuk sehat dan terhindar dari kanker payudara.

Riset yang dilakukan ilmuwan dari Spanyol terhadap mencit di laboratorium menunjukkan, senyawa dalam minyak zaitun akan menghalangi gen-gen yang bertanggung jawab dalam pertumbuhan sel tumor pada payudara. Minyak ini juga bekerja dengan mematikan protein yang menjadi “sumber makanan” sel kanker.

Dr.Eduard Escrich, ketua peneliti, menyarankan kita untuk mengonsumsi minyak zaitun 50 ml, atau setara 10 sendok teh minyak zaitun murni setiap hari. Namun, ia mengatakan bahwa khasiat dari minyak zaitun sebagai penangkal kanker ini baru bisa dipetik bila gaya hidup ini diterapkan dalam jangka panjang.

Diet ala Mediterania sudah diakui para pakar terhadap perlindungannya untuk berbagai penyakit, seperti kanker, penyakit jantung, Alzheimer, Parkinson, dan juga untuk melangsingkan tubuh.

Yunani merupakan negara konsumen minyak zaitun terbesar di dunia. Orang-orang di negara itu mengonsumsi 20 kali minyak zaitun lebih banyak dibanding orang Inggris dan Italia, yang juga termasuk sebagai produsen utama minyak zaitun.

Berbagai Manfaat Minyak Zaitun Dalam Rumah Tangga Modern

Bahan makanan yang terkenal dari dataran Mediterania ini merupakan bahan yang sering dihubungkan dengan kesehatan. Namun, minyak zaitun memiliki banyak fungsi dan manfaat baik untuk berbagai keperluan. Meski tergolong mahal dan jarang ada di pasaran, setidaknya Anda kini tahu bahwa minyak zaitun tak hanya bisa digunakan untuk kesehatan, tetapi juga kecantikan dan keperluan rumah tangga lain. Sehingga, ketika Anda menyimpan minyak zaitun, Anda sudah tahu bahwa Anda berinvestasi untuk banyak hal. Berikut beberapa manfaat minyak zaitun.

1. Kulit sehat (melawan kanker)
Zat yang dimiliki minyak zaitun, linoleic acid, merupakan sebuah zat yang mampu menjaga air menguap. Sehingga, zat ini amat baik untuk digunakan sebagai pelembab kulit. Menurut Leslie Baumann, M.D., pengarang The Skin Type Solution, mengkonsumsi buah dan minyak zaitun bisa memberikan kulit sehat, sama ketika dikenakan sebagai olesan. Teteskan minyak zaitun ke dalam air mandi hangat untuk tambahan kesehatan. Baumann menambahkan, bahwa minyak zaitun juga mengandung setidaknya 4 zat antioksidan yang berbeda. Hal ini berarti membantu menetralisir radikal bebas yang menyebabkan penuaan pada kulit dan kanker kulit.

2. Mengurai rambut kusut
Untuk mengatasi rambut kusut dan rusak, oleskan minyak zaitun pada sisir, lalu sisirkan pada rambut yang kering atau melayang, khususnya di udara yang dingin atau lembab. Michael de Jong, penulis Clean Body menyarankan untuk mengoleskan rambut dengan minyak zaitun, bungkus dengan shower cap setidaknya 3 menit, lalu keramas seperti biasa. Hal ini akan membantu memberikan kelembaban pada rambut yang sangat kering.

3. Membantu melegakan tenggorokan kucing
Untuk membersihkan tubuhnya, kucing menjilati bagian-bagian tubuhnya. Tak jarang, ada helaian rambutnya yang terlepas dan tersangkut di tenggorokannya. Untuk mengeluarkan rambut-rambut yang menggumpal di tenggorokannya (hairball), kucing harus terbatuk-batuk dan mendehem. Untuk mengurangi kesulitannya, tambahkan satu sendok minyak zaitun ke dalam makanannya. Selain untuk mencegah hairball, hal ini juga membantunya mendapatkan rambut yang lebih bersinar dan sehat.

4. Mengurangi dengkuran
Menenggak minyak zaitun sebelum tidur bisa memberikan lubrikasi pada otot tenggorokan, sehingga dipercaya bisa mengurangi dengkuran. Termasuk juga mengurangi rasa gatal di tenggorokan.

5. Mengilapkan furnitur dan besi (termasuk bahan kulit)
Peralatan makan dari perak, perunggu, dan bahan metal lainnya bisa dipoles dengan saus tomat atau pasta gigi. Untuk mencegah bekas, karat, dan noda, gosokkan minyak zaitun pada bahan-bahan tadi. Caranya, campurkan minyak zaitun dan perasan lemon dengan perbandingan 2:1. Celupkan kain lembut ke dalam campuran tadi, bersihkan furnitur dari debu, lalu gosokkan kain tadi. Bisa juga digunakan pada meja kayu. Sementara untuk produk kulit, oleskan minyak zaitun tipis-tipis, diamkan selama 30 menit, lalu lap dengan kain.

6. Bebaskan resleting keras
Terkadang ada tipe-tipe resleting yang mengeras sehingga sulit dibuka. Untuk melancarkannya kembali, teteskan minyak zaitun langsung pada resleting tersebut, lalu perlahan-lahan tarik kembali resletingnya.

7. Melancarkan pintu menderik
Minyak zaitun bisa berkhasiat sebagai lubrikan dalam banyak hal. Untuk menghilangkan suara berdenyit engsel pintu, teteskan minyak zaitun. Anda mungkin lebih memilih WD-40 untuk hal-hal tersebut. Namun, bahan dasar WD-40 adalah hidrokarbon, jadi, setiap saat kita mengurangi penggunaan zat tersebut, kita semakin menjaga bumi agar lebih bersih.

Manfaat Minyak Zaitun Untuk Mencegah Penyakit Jantung dan Stroke

Orang berusia lanjut yang mengonsumsi minyak zaitun memiliki lebih rendah terserang stroke dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsinya, kata para ahli dalam laporan riset yang dipublikasikan, Rabu (15/6/2011).

Beberapa ilmuwan dari National Institute of Health and Medical Research di Bordeaux, Perancis, memantau perkembangan 7.625 orang Perancis berusia 65 tahun di tiga kota besar, yakni Bordeaux, Dijon, dan Montpellier, selama lima tahun.

Selama penelitian, ada 148 orang yang terserang stroke. Responden dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai tindakan mereka menggunakan minyak zaitun, mulai dari orang yang tak menggunakannya sama sekali sampai mereka yang menggunakannya dalam menyajikan makanan, memasak, dan membuat roti.

Ketika para peneliti menyesuaikan berbagai faktor, seperti berat tubuh, kegiatan fisik, dan makanan secara keseluruhan, terungkap bahwa responden yang menggunakan minyak zaitun secara “intensif” memiliki risiko 41 persen lebih rendah terserang stroke dibanding mereka yang tak pernah mengonsumsi minyak zaitun.

“Penelitian kami menunjukkan perlunya serangkaian rekomendasi diet yang baru untuk mencegah stroke bagi mereka yang berusia 65 tahun ke atas,” kata penulis riset, Cecilia Samieri, sebagaimana dikutip AFP.

Sementara itu, seorang neurolog di Columbia University Medical Center di New York, Dr Nikolaos Scarmeas, yang menulis editorial yang disiarkan bersama studi tersebut, menekankan bahwa penelitian tersebut bersifat “observasional”.

Studi itu menemukan hubungan antara penggunaan minyak zaitun oleh manusia dan risiko stroke yang mereka hadapi, kata Scarmeas. Akan tetapi, hal itu tak perlu diterjemahkan menjadi hubungan sebab-akibat.

“Orang yang mengonsumsi minyak zaitun mungkin sangat berbeda dari orang yang tidak menggunakannya,” kata Scarmeas.

Pengguna minyak zaitun, misalnya, mungkin memiliki penghasilan yang lebih tinggi, makan lebih baik secara keseluruhan atau lebih sering berolahraga dibandingkan dengan orang yang tak pernah mengonsumsi minyak zaitun.

Para peneliti dalam studi baru itu, yang dipimpin oleh Cecilia Samieri, berusaha memperhitungkan perbedaan itu. Dan setelah mereka melakukannya, minyak zaitun tetap terbukti memiliki hubungan risiko stroke yang lebih rendah.

Akan tetapi, Scarmeas menyatakan bahwa tak mungkin untuk sepenuhnya memperhitungkan semua variabel itu. Yang diperlukan, katanya, adalah percobaan klinis, yaitu obyek penelitian secara acak diminta menggunakan minyak zaitun atau tidak, lalu diikuti perkembangannya dari waktu ke waktu untuk melihat siapa yang terserang stroke.

Percobaan klinik semacam itu dipandang sebagai “standar emas” bukti medis. “Stroke biasa terjadi di kalangan orang yang berusia lanjut dan minyak zaitun akan menjadi cara yang mudah dan murah untuk membantu mencegahnya,” kata Cecilia Samieri. Temuan tersebut disiarkan di jurnal media American Academy of Neurology, “Neurology”.

Perbedaan Manfaat Minyak Zaitun dan Minyak Canola Serta Kapan Harus Menggunakannya

Kita pasti sering mendengar minyak canola dan zaitun direferensikan sebagai minyak sehat. Tapi, apakah keduanya memiliki fungsi yang berbeda?

Menurut Riani Susanto, ND, CT, naturopathy doctor dari Klinik Harmony Zone, jika ingin berbicara mengenai minyak mana yang paling baik, sebaiknya kita awali dengan menemukan perbedaan keduanya. Pertama, harus dipahami dulu jenis-jenis lemak yang umum terkandung di dalam minyak.

Semua minyak mengandung 3 jenis lemak (fat) dengan kadar yang berbeda-beda. Pertama adalah saturated fat atau minyak jenuh. Minyak ini, menurut Riani, banyak terdapat di dalam keju, mentega, butter, telur, daging, kelapa, kacang tanah, cottonseed, dan biji palem.Ada juga monounsaturated fat atau minyak tak jenuh tunggal dan polyunsaturated fat atau minyak tak jenuh ganda.

Dan minyak canola (oleic rapeseed), tambah Riani, mengandung 60 persen lemak tak jenuh tunggal, 34 persen lemak tak jenuh ganda, dan 6 persen lemak jenuh. Minyak zaitun mengandung 82 persen lemak tak jenuh tunggal, 12 persen lemak tak jenuh ganda, dan 6 persen lemak jenuh.

Riani pun menyarankan agar kita memilih minyak dengan label “Unrefined”, “Fresh”, atau “Cold Pressed Polyunsaturated Oil”. Contoh minyak yang diolah dengan cold pressed adalah minyak zaitun. Minyak cold pressed tidak boleh dipanaskan karena nanti akan merusak manfaat sehatnya. Untuk keperluan menumis (bukan menggoreng), gunakan minyak dengan label “Unrefined Monounsaturated”, contohnya minyak kelapa.

Minyak canola, menurut Riani, direkomendasikan karena rendah lemak jenuh. Tapi, karena bahan dasarnya diambil dari rekayasa genetika dan melalui proses refined, Omega-3-nya jadi hilang.

Sekadar info, tambah Riani, sekarang ini banyak dijual minyak yang disebut highly refined polyunsaturated vegetable oil, dengan mencantumkan label “Bebas Kolesterol, Rendah Lemak Jenuh.” Dengan label itu, kita pikir ini bisa mengurangi risiko penyumbatan pembuluh darah. Tapi, yang terjadi adalah sebaliknya.

“Minyak yang melalui proses refined akan tetap menimbulkan problem kesehatan seperti stroke dan gangguan jantung,” papar Riani yang juga anggota Dewan Penasihat Prevention.

Penggunaan minyak canola dan minyak zaitun yang terbaik agar mendapat manfaat kesehatan yang optimum adalah dengan cara tidak dipanaskan pada suhu yang tinggi, jadi cukup sebagai campuran salad, juice, olesan roti, menumis, dan lain sebagainya. Namun Anda tidak perlu bingung karena kedua minyak ini dapat juga digunakan untuk menggoreng, asalkan tidak melampaui titik uapnya.

Yang dimaksud dengan titik uap adalah suhu pada saat minyak yang ada di penggorengan sudah mulai mengeluarkan asap. Adapun titik uap minyak zaitun berdasarkan data IOOC (International Olive Oil Council) berkisar antara 180 -210 derajat Celcius (dimana perbedaan titik uap tergantung pada kualitas minyak zaitun tersebut) dan titik uap minyak canola 204 derajat Celcius. Perlu diketahui, biasanya suhu untuk menggoreng sekitar 170-180 derajat Celcius.

Nah, untuk memilih mana yang lebih baik digunakan untuk menggoreng, harus dilihat juga dari kandungan atau struktur kimianya. Makin banyak ikatan rangkap yang terkandung dalam minyak tersebut, maka makin kurang baik digunakan untuk menggoreng. Minyak canola lebih banyak mengandung ikatan rangkap (dalam bentuk omega 3 dan omega 6) dibandingkan dengan minyak zaitun yang lebih banyak mengandung ikatan tunggal dalam bentuk omega 9.

Oleh karena itu, jika harus menggunakan minyak untuk menggoreng, maka minyak zaitun lebih baik dibandingkan dengan minyak canola.

Daftar Manfaat Minyak Zaitun Untuk Kecantikan

Minyak zaitun sudah digunakan sejak berabad-abad lalu untuk kebutuhan konsumsi, juga untuk kecantikan para wanita. Keefektivitasannya sudah teruji melewati batas ruang dan waktu. Mau mencoba minyak alami ini untuk kecantikan Anda? Berikut adalah hal yang bisa dilakukan minyak zaitun untuk kecantikan Anda.

Pengganti krim cukur
Kehabisan krim cukur? Jangan khawatir, gunakan saja minyak zaitun. Minyaknya akan melembutkan rambut-rambut yang kasar dan memberikan hasil cukur yang lebih mulus. Pssst, kalau suami Anda memiliki kulit wajah sensitif sehingga takut mencukur, coba berikan minyak zaitun sebagai pengganti krim cukurnya dan lihat khasiatnya.

Menghaluskan kutikula
Berangan-angan memiliki kuku yang lebih kuat, bebas dari kutikula, sekaligus tangan yang lembut? Celupkan kuku-kuku jari Anda ke dalam minyak zaitun hangat. Minyaknya akan membuat kutikula melunak, sekaligus menguatkan kuku yang mudah patah. Lalu oleskan minyak tersebut pada tangan sebelum tidur, lalu bungkus dengan sarung tangan dari katun, biarkan semalaman.

Melembapkan kulit kering
Lembapkan daerah kering pada bagian tubuh Anda dengan mengoleskan minyak zaitun di titik-titik tertentu. Oleskan secukupnya pada bagian-bagian tubuh kering, seperti kulit bibir kering, kulit kaki yang kering, atau di bagian tubuh mana pun yang ingin Anda lembapkan. Minyak zaitun juga bisa digunakan sambil berendam untuk menghaluskan kulit. Campur minyak zaitun dengan minyak esensial, seperti lavender untuk lebih nyaman dan wangi.

Membersihkan sisa makeup
Minyak zaitun juga mampu menghapus sisa makeup yang menempel pada kulit. Tepuk-tepuk kapas yang sudah dicelupkan ke dalam minyak zaitun pada wajah seperti membersihkan makeup dengan pembersih susu. Bisa pula digunakan untuk membersihkan sisa maskara.

Melembutkan rambut kasar
Siram rambut dengan minyak zaitun, lalu bungkus dengan handuk, diamkan selama 30 menit. Untuk rambut yang rusak karena salah perawatan, campur ½ cangkir minyak zaitun dengan satu butir telur yang sudah dikocok, lalu siram ke rambut Anda, bungkus dengan penutup rambut plastik, biarkan selama 30-45 menit. Lakukan perawatan ini seminggu sekali lalu berikan jeda setelah menunjukkan perubahan membaik.

Cara Memilih Minyak Zaitun Yang Baik Untuk Dimakan

Berbagai merek dan istilah dalam kemasan minyak zaitun kerapkali bikin bingung. Ada yang berwarna kuning jernih serta kuning kehijauan. Warna botolnya pun beragam, sebagian bening sementara yang lain gelap. Sebenarnya, apa saja yang perlu dipertimbangkan ketika membeli minyak zaitun?

Simak panduan dari Nicholas Coleman, pemerhati minyak zaitun dari restoran ternama Eataly di New York, berikut ini:

1. Dikemas dalam botol kaca berwarna gelap. Jenis kemasan ternyata turut menentukan kualitas minyak zaitun. Hindari membeli minyak zaitun yang disimpan dalam botol plastik. Botol ini mudah ditembus cahaya dan suhu panas, yang akan merusak rasa dan susunan molekul minyak zaitun.

2. Dilengkapi label “extra virgin”. Artinya, minyak zaitun itu tidak melalui banyak proses pengolahan, sehingga khasitnya masih terjaga. Berbeda dari yang berlabel “olive oil” atau “pure olive oil”. Kedua label ini menandakan proses pengolahan yang lebih panjang.

3. Tak perlu pusing dengan warna kuning atau hijau. Warna minyak zaitun bisa bervariasi dari kuning hingga kehijauan. Perbedaan ini tergantung pada jenis buah zaitun yang diolah, serta tahap pemerasannya. Jadi, minyak zaitun warna hijau atau kuning, sama baiknya.

Ternyata Semua Orang Berpotensi Kena Epilepsi

Apa yang terbayang ketika mendengar penyakit epilepsi atau istilah awamnya ayan? Sebagian besar akan menjawab tubuh kejang tersentak-sentak dan keluar air liur. Padahal, tidak semua epilepsi bermanifestasi dalam bentuk kejang.
Manifestasi epilepsi ternyata ada yang berbentuk ekspresi bengong, bibir bergerak-gerak tanpa disadari, serta kesulitan bicara sesaat. Bahkan, emosi tinggi pada wanita haid bisa jadi gejala epilepsi catamenial.

Lyna Soertidewi dari Departemen Ilmu Penyakit Saraf, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, menjelaskan, epilepsi adalah gangguan pada kelistrikan otak yang menyebabkan bangkitan atau kejang lebih dari satu kali dalam enam bulan.
Kelistrikan pada otak dan sistem saraf makhluk hidup, termasuk manusia, berperan dalam mengantarkan pesan atau perintah bagi tubuh. Saat neurotransmiter (saraf pengantar) terganggu, aliran listrik menjadi berloncatan. Respons tubuh adalah kejang-kejang.

Gangguan ini bisa mengenai siapa saja dan kapan saja. Tidak hanya bawaan lahir, epilepsi juga bisa terjadi akibat benturan, stroke, dan infeksi pada otak.

Trauma pada kepala membuat otak berusaha memperbaiki. Namun, kadang-kadang yang terjadi koneksi saraf menjadi abnormal dan kerja sel-sel saraf terganggu.

Organ otak yang memiliki sekitar 100 miliar sel-sel saraf berfungsi sebagai pemimpin, memberikan perintah terkait segala aktivitas tubuh, seperti aktivitas ingatan, gerakan, indera, dan suasana hati. Jika otak terganggu, hal-hal itu pasti terpengaruh. Bahkan, bangkitan berupa kejang-kejang selama 15-30 menit bisa berakibat fatal karena tubuh bekerja ekstra keras dengan kondisi minim oksigen.

Selain epilepsi yang bermanifestasi dalam bentuk kejang-kejang (tonik klonik), ada bentuk manifestasi lain, seperti bengong (beberapa detik), atonik (reaksi terjatuh karena otot melemas), dan mioklonik (kontraksi otot tiba-tiba). Bengong epilepsi dengan bengong biasa bisa dibedakan dengan memanggil penderita.

”Kalau ditepuk atau dipanggil tidak merespons, berarti bukan bengong biasa. Bisa jadi itu childhood absence (bengong epilepsi pada anak),” kata pengajar pada Departemen Ilmu Penyakit Anak Universitas Indonesia, Hardiono D Pusponegoro.
Jika ragu, bisa menguji secara sederhana, yaitu minta orang yang kita curigai meniup selembar kertas sebanyak 30 kali. Penderita epilepsi pasti langsung bengong tanpa sadar selama beberapa waktu.

”Potensi untuk mengidap epilepsi dapat terjadi sejak masa kehamilan. Gangguan yang dialami ibu pada masa kehamilan, seperti infeksi, demam tinggi, dan kekurangan nutrisi berpengaruh pada kerentanan bayi terhadap kejang. Selain itu, proses persalinan yang sulit, kurang, atau telat bulan menyebabkan otak janin kekurangan oksigen,” kata Hardiono.
Ada pula bentuk epilepsi parsial. Penderita merasa mual atau tidak enak di ulu hati, atau merasa ketakutan/cemas. Epilepsi jenis ini relatif tak terlalu tampak, tetapi jika tidak dirawat bisa berkembang menjadi epilepsi umum.
Untuk menegakkan diagnosis epilepsi, dilakukan tes neurologi dan tingkah laku, tes darah, serta mengecek kondisi otak dengan CT-scan, MRI, atau elektroensefalogram (EEG). Melalui EEG, bisa diketahui konsistensi kelistrikan tubuh.
Pusat Data dan Informasi Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia menyebutkan, pada 2006, penderita epilepsi berjumlah 1 juta hingga 1,5 juta orang. Dari jumlah itu, 70 persen dapat disembuhkan dengan pengobatan teratur.
Mengendalikan bangkitan

Pemberian obat bertujuan mengendalikan bangkitan, serangan, atau korsleting listrik di otak. Terapi obat ini bisa berlangsung bertahun-tahun. Jika tak lagi muncul bangkitan, dengan pengawasan dokter, selama dua atau tiga tahun kemudian pemberian obat bisa dikurangi. Untuk menghentikan pemberian obat, dokter membutuhkan data dan dasar yang kuat bahwa kelistrikan otak telah normal. Hal ini bisa didapatkan melalui tes EEG.

Prosedur berlapis ini dilakukan mengingat pengurangan obat atau penghentian obat yang tidak tepat bisa memperburuk kondisi pasien. ”Pemberian obat tidak boleh berhenti mendadak, harus pelan-pelan dikurangi agar tidak berakibat serius,” kata Hardiono.

Perempuan penderita epilepsi yang sedang hamil sering kali menghentikan obat epilepsi. Karena asupan obat berhenti mendadak, ibu bisa kejang-kejang dan berdampak fatal bagi nyawa dan bayinya.

Meski penyakit ini telah dikenal lama dan merupakan penyakit akibat gangguan sistem saraf otak, masih banyak stigma negatif dan diskriminasi kepada penderitanya. Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Yayasan Epilepsi Indonesia Irawati Hawari.

Di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, masih ada stigma negatif mengenai penyakit itu sehingga status penyakit sering disembunyikan. Padahal, dampaknya malah bisa memperburuk kondisi penderita.

Jika ditemukan lebih dini dan ditangani lebih cepat, potensi penderita epilepsi untuk sembuh lebih besar.