Gula Dapat Menyebabkan Irritable Bowel Syndrome (IBS)

Sebanyak 20 persen orang dewasa telah menderita gangguan pencernaan menyakitkan yang sulit untuk didiagnosa dan untuk disembuhkan. Banyak orang dewasa yang menderita gangguan pencernaan tetapi tidak pernah mencari bantuan medis karena mereka menemukan gejala yang sulit untuk dijelaskan dan didiskusikan dengan dokter.

Irritable bowel syndrome (IBS) telah lama membingungkan para ahli gastrointestinal. Beberapa orang berpikir penyakit tersebut disebabkan oleh ketidakseimbangan dalam bakteri usus dan sebagian orang juga menduga penyakit tersebut disebabkan oleh stres psikologis. Sekarang para ahli berfokus untuk mengamati mengenai alergi makanan sebagai penyebab dan kemungkinan menyebabkan gangguan pencernaan tersebut.

Teorinya adalah bahwa banyak orang dengan IBS mengalami kesulitan menyerap karbohidrat tertentu dalam usus kecil mereka. Molekul besar dari makanan melakukan perjalanan ke usus besar, di mana akan diserang oleh bakteri dan fermentasi. Proses tersebut akan meyebabkan gejala IBS, seperti gas yang berlebihan, konstipasi, kembung, dan diare.

Sebuah daftar panjang makanan termasuk produk susu, beberapa buah-buahan dan sayuran, gandum, sari jagung dan pemanis buatan dapat berpotensi menyebabkan masalah pencernaan pada orang-orang yang rentan. Kelompok makanan tersebut dikenal sebagai fodmaps, yang terdiri atas oligosakarida difermentasi, disakarida, monosakarida dan polyols.

Dokter telah lama mengetahui bahwa beberapa makanan dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Sekitar 15 persen dari masyarakat Amerika kekurangan enzim yang diperlukan untuk mencerna laktosa, yaitu gula yang ditemukan dalam produk susu.

Makanan dengan konsentrasi tinggi fruktosa dapat sulit untuk dicerna dan diserap. Tes nafas untuk mengukur gas yang diproduksi dalam usus dapat mendiagnosa masalah pencernaan tersebut.

Tiga kategori lain dari gula juga telah ditemukan dapat menyebabkan masalah penyerapan dan fermentasi pada beberapa orang. Tiga kategori gula tersebut, antara lain:

  1. Fructans yang ditemukan dalam gandum dan gandum hitam
  2. Galactans yang ditemukan dalam kacang-kacangan
  3. Poliol yang ditemukan pada beberapa buah-buahan dan pemanis buatan seperti sorbitol dan manitol

Beberapa ahli mengatakan orang yang tidak memiliki penyakit celiac tapi masih mengalami kesulitan mencerna produk gandum sebenarnya mungkin sensitif terhadap fructans dalam gandum daripada gluten, yang merupakan komponen protein.

Diet rendah fodmaps direkomendasikan untuk menghilangkan semua makanan tersebut dalam jangka waktu 6 -8 minggu. Kemudian secara bertahap menambahkan kembali satu kelompok gula tersebut satu persatu secara bergantian untuk mengidentifikasi golongan gula yang paling menyebabkan masalah pencernaan.

Banyak penderita IBS yang mengetahui bahwa, mereka dapat mentoleransi banyak makanan selama mereka menjaga jumlah total asupan fodmaps di bawah jumlah tertentu. Sehingga tidak perlu menghindari berbagai jenis makanan tersebut, namun sebaiknya membatasinya dengan jumlah tertentu yang masih dapat ditoleransi oleh tubuh.

“Hal tersebut tidak sama seperti menderita penyakit celiac, di mana orang tidak pernah bisa makan gluten,” kata Sue Shepherd, seorang ahli gizi di Victoria, Australia seperti dilansir dari FoxNewsHealth, Jumat (11/11/201

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s