Monthly Archives: November 2011

7 Cara dan Gaya Hidup Sehat Untuk Seks Lebih Lama dan Menghindari Ejakulasi Dini

Mengubah gaya hidup jadi lebih sehat ternyata tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah. Kesehatan organ seks juga jadi lebih balk. Disfungsi ereksi (DE) yang dialami pria bisa membaik setelah pria mengubah gaya hidupnya jadi lebih sehat.

Sekarang rnakin jelas bahwa pria yang sehat memiliki kehidupan seks yang juga sehat. Demikian hasil sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Archives of Internal Medicine. Pria sehat jelas memiliki peredaran darah yang sehat. Berkat peredaran darah yang sehat, ereksi pun bukan masalah buat mereka.

Sebagaimana diketahui, pola makan sehat yang kaya akan sayur dan buah, olah raga teratur, dan menjaga berat badan normal bermanfaat mengurangi risiko terkena serangan jantung dan stroke. Hasil riset dalam Archives of Internal Medicine menyatakan bahwa pria dengan hidup sehat ternyata bisa efektif memperbaiki disfungsi ereksi (DE).

Buat pria, DE bukan hanya tanda bahaya buat kebahagiaan rumah tangga, tetapi juga pertanda ada masalah kesehatan serius. Menurut penelitian tersebut, DE bisa menjadi faktor risiko untuk sakit sebelum datangnya diagnosis penyakit jantung.

“Faktor risiko mengurangi penyakit jantung dan DE pada dasarnya hampir sama. Keduanya terjadi karena kurang olah raga, kegemukan atau obesitas, diabetes, merokok, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan pola makan tak sehat. Anda bisa mengobati penyakit jantung dengan mengubah gaya hidup. Perubahan gaya hidup itu juga akan memperbaiki masalah DE,” kata Stephen L. Kopecky, MD, ahli jantung dari Mayo Clinic di Rochester Minnesota, AS, yang melakukan penelitian tersebut.

Dongkrak Motivasi Riset tersebut meneliti 740 pria dalam enam penelitian. Usia rata-rata 55 tahun. Perubahan gaya hidup dengan atau tanpa obat seperti obal penurun kolesterol memperbaiki disfungsi ereksi dan membantu menurunkan kadar kolesterol darah.

“Ketika lelaki usia 30 hingga 50-an tahun menderita disfungsi ereksi, dia sebaiknya memeriksakan diri ke dokter jantung untuk pemeriksaan lengkap. Segalanya harus diperiksa sebelum terjadi serangan stroke atau serangan jantung,” kata Kopeck kepada WebMD.

“Gaya hidup sehat memiliki manfaat penting untuk memperbaiki penyakit yang sangat berarti buat pria yaitu fungsi seks. Sebagian pria tampaknya tidak terganggu dengan gaya hidup yang mendatangkan penyakit jantung atau kanker di masa depan. Penggunaan obat untuk disfungsi ereksi yang sangat mahal seharusnya memberikan motivasi kepada pria untuk mengadopsi gaya hidup sehat dalam mengatasi keluhan mereka,” papar Thomas A. Pearson, MD, Ph.D, MPH, profesor dari University of Rochester School of Medicine and Dentistry di New York, yang menjadi penulis tambahan untuk penelitian tersebut.

Suzanne Steinbaum, DO, ahli jantung dari Lenox Hill Hospital New York City, juga setuju dengan hal ini, yakni bahwa disfungsi ereksi adalah tanda tanda dini buat penyakit jantung.

“Ini adalah satu dari tanda-tanda bahaya yang mengatakan ada masalah lebih besar di jantung. Pola makan, olah raga, dan berat badan akan memperbaiki gejala disfungsi ereksi dan menurunkan risiko sakit jantung dan stroke,” katanya.
Adanya disfungsi ereksi itu tampaknya cukup untuk mendorong pria membuat perubahan yang membuat mereka hidup lebih panjang.

Jauhi Penyebab Disfungsi Ereksi

  • Alkohol, konsumsi alkohol berlebihan bisa mengganggu ereksi. Efeknya terhadap-ereksi biasanya hanya sementara.
  • ¬†Depresi bisa menyebabkan DE. Ironisnya, obat untuk depresi juga menekan gairah seks clan membuat ereksi makin sulit terjacli.
  • Stres. Dampak stres bisa ke seluruh tubuh, termasuk penis.
  • Kemarahan. Marah bisa menyebabkan darah mengalir ke wajah, bukannya ke organ seks ketika akan berhubungan seks. Kemarahan yang tak tersalurkan juga bertanggung jawab terhadap gangguan ereksi.
  • Kecemasan. Cemas tidak bisa ereksi akan membuat ereksi makin sulit terjadi.
  • Kegemukan. Gemuk juga mengganggu kehidupan seksual. Pasalnya, pria gemuk memproduksi lebih sedikit testosteron, hormon yang diperlukan untuk menghasilkan ereksi. Kegemukan juga memicu pengerasan arteri, yang menyebabkan darah yang mengalir ke penis berkurang.
  • Obat. Obat-obatan tertentu bisa mengganggu terjaclinya ereksi, misalnya obat tekanan darah, antidepresi, penghilang nyeri. Amfetamin, kokain, marijuana juga potensial mendatangkan masalah seks pada pria.
Advertisements

Gula Dapat Menyebabkan Irritable Bowel Syndrome (IBS)

Sebanyak 20 persen orang dewasa telah menderita gangguan pencernaan menyakitkan yang sulit untuk didiagnosa dan untuk disembuhkan. Banyak orang dewasa yang menderita gangguan pencernaan tetapi tidak pernah mencari bantuan medis karena mereka menemukan gejala yang sulit untuk dijelaskan dan didiskusikan dengan dokter.

Irritable bowel syndrome (IBS) telah lama membingungkan para ahli gastrointestinal. Beberapa orang berpikir penyakit tersebut disebabkan oleh ketidakseimbangan dalam bakteri usus dan sebagian orang juga menduga penyakit tersebut disebabkan oleh stres psikologis. Sekarang para ahli berfokus untuk mengamati mengenai alergi makanan sebagai penyebab dan kemungkinan menyebabkan gangguan pencernaan tersebut.

Teorinya adalah bahwa banyak orang dengan IBS mengalami kesulitan menyerap karbohidrat tertentu dalam usus kecil mereka. Molekul besar dari makanan melakukan perjalanan ke usus besar, di mana akan diserang oleh bakteri dan fermentasi. Proses tersebut akan meyebabkan gejala IBS, seperti gas yang berlebihan, konstipasi, kembung, dan diare.

Sebuah daftar panjang makanan termasuk produk susu, beberapa buah-buahan dan sayuran, gandum, sari jagung dan pemanis buatan dapat berpotensi menyebabkan masalah pencernaan pada orang-orang yang rentan. Kelompok makanan tersebut dikenal sebagai fodmaps, yang terdiri atas oligosakarida difermentasi, disakarida, monosakarida dan polyols.

Dokter telah lama mengetahui bahwa beberapa makanan dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Sekitar 15 persen dari masyarakat Amerika kekurangan enzim yang diperlukan untuk mencerna laktosa, yaitu gula yang ditemukan dalam produk susu.

Makanan dengan konsentrasi tinggi fruktosa dapat sulit untuk dicerna dan diserap. Tes nafas untuk mengukur gas yang diproduksi dalam usus dapat mendiagnosa masalah pencernaan tersebut.

Tiga kategori lain dari gula juga telah ditemukan dapat menyebabkan masalah penyerapan dan fermentasi pada beberapa orang. Tiga kategori gula tersebut, antara lain:

  1. Fructans yang ditemukan dalam gandum dan gandum hitam
  2. Galactans yang ditemukan dalam kacang-kacangan
  3. Poliol yang ditemukan pada beberapa buah-buahan dan pemanis buatan seperti sorbitol dan manitol

Beberapa ahli mengatakan orang yang tidak memiliki penyakit celiac tapi masih mengalami kesulitan mencerna produk gandum sebenarnya mungkin sensitif terhadap fructans dalam gandum daripada gluten, yang merupakan komponen protein.

Diet rendah fodmaps direkomendasikan untuk menghilangkan semua makanan tersebut dalam jangka waktu 6 -8 minggu. Kemudian secara bertahap menambahkan kembali satu kelompok gula tersebut satu persatu secara bergantian untuk mengidentifikasi golongan gula yang paling menyebabkan masalah pencernaan.

Banyak penderita IBS yang mengetahui bahwa, mereka dapat mentoleransi banyak makanan selama mereka menjaga jumlah total asupan fodmaps di bawah jumlah tertentu. Sehingga tidak perlu menghindari berbagai jenis makanan tersebut, namun sebaiknya membatasinya dengan jumlah tertentu yang masih dapat ditoleransi oleh tubuh.

“Hal tersebut tidak sama seperti menderita penyakit celiac, di mana orang tidak pernah bisa makan gluten,” kata Sue Shepherd, seorang ahli gizi di Victoria, Australia seperti dilansir dari FoxNewsHealth, Jumat (11/11/201