Cara Memiliki Anak Kembar dan Mendeteksi Kehamilan Bayi Kembar

Seperti telah dijelaskan pada artikel sebelumnya, dunia medis telah menemukan solusi ketidaksuburan melalui terapi hormon. Terapi ini dilakukan pada mereka yang memang mengalami gangguan hormon maupun mereka yang sedang menjalani program inseminasi atau bayi tabung.

Terapi hormon dilakukan berulang-ulang. Bila diameter folikel tak sesuai dengan harapan, yakni 18-20 mm, terapi akan diulang lagi dari awal pada siklus haid berikutnya dengan dosis yang ditambah. Begitu juga kalau pembuahan yang diharapkan tidak terjadi, baik secara alamiah maupun melalui inseminasi, terapi ini akan diulang lagi dari awal. Terapi ini bisa dilakukan 6-7 kali.

Selain bertujuan supaya sel telur matang dengan ukuran sesuai yang diharapkan, suntik hormon pada wanita yang menjalani program inseminasi atau bayi tabung juga diharapkan untuk menghasilkan sel telur lebih dari satu. Makin banyak sel telur yang dihasilkan, makin besar peluang terjadinya kehamilan. Tak heran pada program-program bayi tabung, sering dihasilkan anak kembar, bahkan lebih dari dua.

Hal ini disebabkan sel telur yang dihasilkan ibu lebih dari satu. Kemudian, pembuahan dilakukan pada beberapa sel telur yang dihasilkan itu. Seandainya dilakukan pembuahan pada tiga sel telur yang dihasilkan, dan berhasil semua, maka dapat lahir bayi kembar tiga. Namun saat ini pembuahan maksimal hanya akan dilakukan pada tiga sel telur yang paling sempurna.

Efek sampingnya
Banyaknya hormon yang disuntikkan maupun dikonsumsi secara oral kemudian membangkitkan kecemasan. Betulkah terapi ini aman? Tidakkah akan ada efek sampingnya? Benarkah tidak akan memicu tumor atau kanker?

“Beberapa tahun yang lalu memang sempat muncul kecemasan bahwa terapi ini akan memicu kanker payudara atau kanker rahim,” ujar dr Andon Hestiantoro, SpOG(K), dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Sebab, terapi hormon sama saja dengan memanipulasi ovarium, wajar bila dikhawatirkan dapat menyebabkan kanker ovarium.

Namun, seiring dengan banyaknya penelitian yang dilakukan, ternyata tidak ada perbedaan yang signifikan pada angka kanker pasien terapi hormon dengan bukan pasien terapi hormon. Baik yang pernah diterapi hormon maupun yang tidak, ternyata risikonya untuk terkena kanker relatif sama. Jadi bisa disimpulkan bahwa terapi ini aman.

Keamanan ini juga terkait dengan prosedur yang harus dilakukan. Dokter juga tidak akan sembarang memberikan terapi hormon. Hanya mereka yang benar-benar telah dibuktikan secara medis mengalami gangguan hormonal yang akan diterapi. Pemberian dosisnya pun telah terukur dengan benar. Dokter juga telah melihat peluang, apakah dimungkinkan terjadinya kehamilan berdasar faktor lain seperti usia, penyakit lain yang menyertai dan sebagainya, sehingga terapi ini benar-benar efektif.

Terapi ini akan dihentikan bila terjadi hiperstimulasi ovarium dengan gejala: perut tegang, mual, diare, ada cairan asites atau cairan perut yang menyebabkan kembung. Dalam tingkatan yang berat bisa membuat darah menjadi kental, gagal ginjal, serta terganggunya faktor pembekuan darah.

Kehamilan kembar merupakan kehamilan dengan jumlah janin di dalam kandungan lebih dari satu; bisa dua, tiga, empat, bahkan lebih. Mereka yang memiliki riwayat keturunan kembar (ibu, nenek, bibi, dan lainnya) biasanya akan melahirkan anak kembar pula. Namun, kehamilan kembar juga bisa terjadi pada ibu yang menggunakan obat kesuburan yang diinduksi untuk merangsang ovulasi; ibu dengan riwayat persalinan sering; ibu yang baru saja menghentikan konsumsi pil kontrasepsi; hingga ibu yang melakukan teknik pembuahan bayi tabung.

Biasanya, kehamilan kembar mudah sekali terdeteksi. Lewat USG, pada usia kehamilan delapan minggu akan terdeteksi dua atau lebih detak jantung janin. Selanjutnya, pemeriksaan fisik janin akan semakin jelas mulai trimester kedua.

Selain lewat pemeriksaan USG, kita pun dapat mendeteksi kehamilan kembar dengan cara-cara berikut.

* Umumnya, perut ibu hamil tampak lebih besar dari ukuran normal sesuai umur kehamilannya. Ukuran yang tak normal biasanya mulai terlihat ketika usia kandungan masuk trimester kedua. Cobalah bandingkan dengan kehamilan sebelumnya atau dengan ibu hamil lain tentang ukuran kehamilan Anda. Jika lebih besar, bisa menjadi tanda bahwa janin Anda kembar.

* Rabalah perut Anda dengan lembut, cari bagian besar yang agak menonjol. Pada kehamilan tunggal akan teraba dua bagian besar, yaitu kepala dan bokong. Sementara pada kehamilan kembar, akan teraba tiga atau lebih bagian besar. Akan teraba satu bokong dan dua kepala, dua bokong dan satu kepala, dua kepala dua bokong, dan seterusnya. Minimal akan teraba tiga bagian besar.

* Masuk usia kehamilan empat bulan, janin biasanya sudah bisa bergerak. Berdasarkan penelitian, normalnya pergerakan janin sekitar 10 kali dalam 12 jam. Jika lebih dari itu, hingga dua kali lipat misalnya, bisa menunjukkan janinnya kembar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s