Monthly Archives: May 2011

Minuman Beralkholol Dapat Merusak Rencana Diet

Kebanyakan pelaku diet hanya memperhatikan pola makan tapi tidak dengan konsumsi minuman yang masuk ke tubuh. Padahal segelas sampanye mengandung 95 kalori atau sama dengan sepotong kue tar.

Dua dari tiga wanita Inggris tidak tahu akan kalori yang mereka dapatkan akibat meminum minuman beralkohol. Mereka merasa cukup benar kala menolak hidangan penutup dan hanya memakan salad serta minuman favorit.

Segelas anggur sebanding dengan minuman bersoda yang mengandung 134 kalori. Kemudian dua gelas Gin&Tonics setara dengan dua buah puding.

Seperti dikutip dari situs Daily Mail, Senin, 23 Mei 2011, sebuah lembaga yang menangani kesadaran mengonsumsi minuman beralkohol, Drinkaware, mengatakan kebanyakan pelaku diet berusaha menurunkan berat badan, tetapi mereka tidak mengurangi konsumsi minuman beralkohol.

Dari survei yang lembaga itu lakukan pada 2.000 orang dewasa di Inggris menemukan bahwa 1 dari 3 orang mau mengatur asupan kalori dalam tubuh mereka. Tapi hanya 1 dari 10 orang yang terpikirkan untuk menghitung-hitung berapa banyak asupan minuman beralkoholnya.

Sementara dua pertiga merasa khawatir dengan keseimbangan pola makan dan minum mereka. Dan tiga perempat lebih memilih memotong uang belanja, uang makan, atau berlibur daripada mengurangi jumlah alkohol yang mereka beli.

Meskipun alkohol mengandung kalori sama banyaknya dengan lemak murni, kebanyakan orang tidak sadar akan hal tersebut. Kurang dari sepertiga orang dewasa menyadari ada 134 kalori dalam segelas anggur sebanyak 175ml, tapi hampir setengah tahu ada 337 kalori dalam cheeseburger.

Pemerintahan Inggris merekomendasikan, pria minum tidak lebih dari empat gelas per hari dan wanita tidak lebih dari tiga. Dengan dua hari bebas alkohol dalam seminggu. Sebab, penelitian menunjukkan ada hubungan antara minum dengan obesitas. Selanjutnya berkontribusi pada penyakit jantung dan diabetes.

Advertisements

Cara Hidup Sehat dan Panjang Umur Dengan Makan Sayuran dan Buah Organik

Buah dan sayuran memiliki manfaat yang baik bagi tubuh. Namun belakangan mulai muncul masalah karena kandungan bahan kimia pada pupuk dan penyemprot hama yang menempel pada buah atau sayuran berdampak buruk bagi kesehatan.

Kini hadir makanan organik sebagi solusinya. Buah dan sayuran ditanam tanpa pupuk buatan. Menurut para akademisi, makanan jenis ini mampu menurunkan berat badan, membuat tubuh lebih sehat, dan panjang umur.

Seperti dikutip dari laman, Daily Mail, Sabtu, 21 Mei 2011, buah dan sayuran organik mengandung lebih banyak nutrisi, termasuk metabolit sekunder dan vitamin C. Metabolit sekunder berfungsi untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan melindungi tubuh dari radikal bebas yang dapat merusak sel.

Penelitian dari The University of Newcastle menunjukkan temuan ini memiliki pengaruh yang baik untuk program melawan kanker payudara secara nasional. Sebab makanan organik memperbaiki kesehatan secara umum kemudian secara efektif mendorong pembakaran lemak pada tubuh.

Makanan organik mengandung fenolat, tanin, flavanon, karotenoid dan resveratrol yang berfungsi sebagai pembakar lemak, dan dikatakan membantu mencegah kanker, diabetes dan penyakit jantung.

Sebagai rata-rata, kebiasan yang sehat ini mampu memperpanjang rentang hidup seseorang hingga 25 hari untuk laki-laki dan 17 hari untuk wanita. Namun, menurut beberapa peneliti, jika beruntung kita pun dapat hidup berbulan-bulan lebih lama hingga mencapai 5 tahun berkat mengonsumsi makanan organik.

Sebuah studi membuktikan, makanan organik mengandung 12 persen metabolit dan 6 persen vitamin C lebih tinggi. Selain bermanfaat bagi kesehatan, sayuran dan buah organik juga ramah lingkungan dan menjaga kelangsungan hidup hewan serta binatang liar lainnya.

Daftar Fantasi Seksual Wanita Yang Bikin Pria Terkejut

Wanita ternyata makhluk yang penuh misteri. Jika kaum pria dikenal lebih terbuka untuk urusan seks, wanita dikenal lebih tertutup. Namun ternyata wanita juga memiliki fantasi seks yang tak kalah dahsyatnya dibandingkan kaum pria. Kebanyakan perempuan hanya mengharapkan menjadikan fantasi seksnya sebagai alat untuk menyenangkan serta menghibur ide. Tidak berbeda jauh dengan apa yang pria lakukan.

Lantas, apa saja fantasi wanita akan seks yang sangat mengejutkan pria ?

Voyeuristic Sex
Fantasi ini berupa adegan seks perempuan yang tengah diawasi orang lain saat berhubungan intim. Saat bercinta, perempuan berpikir tengah diganggu dengan banyak mata-mata untuk melihat adegan tersebut. Entah itu orang banyak, orang asing yang tak dikenal, atau mungkin seseorang yang dikenalnya. Di benaknya, terpikir bahwa adegan seks ini membuatnya malu atau mungkin melarikan diri saat ditemukan oleh banyak orang. Tapi, inilah yang membuat seks terasa lebih menggairahkan.

Bercinta dengan dua pria sekaligus
Wow ! ini lebih asyik lagi! Jika Anda membayangkan diri Anda tengah berhubungan intim dengan dua pria sekaligus, artinya Anda ingin dipuja, dimanjakan, bahkan mungkin diperebutkan.

Menjadi nakal dan pegang kendali
Perempuan yang patuh mengikuti semua aturan dalam kehidupan sehari-hari, ternyata bisa bermimpi menjadi gadis “nakal” yang senang bermain-main. Mungkin, adegan striptis dirinya di sebuah ruangan yang dipenuhi pria terdengar “liar”. Namun ini adalah faktanya. Banyak perempuan bermimpi mengambil tanggung jawab dalam fantasi seksual mereka. Seberapa agresifnya Anda, dirinya bisa membuat rencana untuk membuat Anda patuh. Setelah itu, Anda bisa tahu kapan, di mana, dan bagaimana dia ingin disentuh oleh Anda.

Bercinta dengan wanita
Sekitar 20% persen ternyata memendam hasrat untuk bercinta dengan wanita lain. Hal ini sangat memungkinkan karena wanita lebih lembut dan bersih ketimbang laki-laki.

Angkak Atau Beras Merah China Terbukti Secara Klinis Mampu Menurukan Kadar Kolesterol

BERAS MERAH CHINA atau angkak merupakan pengawet dan pewarna makanan alami dan menyehatkan. Juga dianggap sebagai obat bermacam penyakit. Berdasarkan penelitian, produk olahan dari beras ini bisa menurunkan kelebihan kolesterol.
Kata angkak kian sering terdengar seiring merebaknya kasus demam berdarah dengue (DBD). Kasus DBD muncul secara rutin setiap tahun, khususnya di musim hujan. Beberapa warga masyarakat percaya bahwa angkak dapat digunakan sebagai obat pendongkrak trombosit.
Sejauh ini memang belum ada bukti ilmiah yang cukup untuk mendukung hal tersebut. Namun, bila bukti-bukti empiris di masyarakat telah menunjukkan hal tersebut, tentu tidak ada salahnya untuk dicoba. Dalam tulisan berikut pembahasan tentang angkak hanya dikaitkan dengan perannya sebagai pewarna, pengawet, serta penurun kolesterol darah.

Masyarakat awam menyebut angkak sebagai beras merah cina karena produk tersebut berwarna merah, dibuat dari beras, dan dalam sejarahnya berasal dari Cina. Di beberapa negara, angkak dikenal dengan sebutan berbeda-beda, seperti beni-koji, hong qu, hung-chu, monascus, red koji, red leaven, red yeast rice, xue zhi kang, dan zhi tai. Di Cina, istilah zhi tai berarti angkak dalam bentuk tepung kering, sedangkan xue zhi kang berarti angkak yang telah diekstrak dengan alkohol.
Pembuatan angkak di Cina pertama kali dilakukan pada masa pemerintahan Dinasti Ming yang berkuasa pada abad XIV-XVII. Di Cina, angkak digunakan sejak berabad-abad yang lalu, baik untuk kepentingan bahan pangan maupun obat. Angkak dibuat melalui proses fermentasi beras dengan kapang Monascus purpureus.
Seiring dengan berkembangnya slogan back to basic, penggunaan angkak sebagai pewarna dan pengawet mulai dilirik masyarakat. Beberapa bukti ilmiah terakhir menunjukkan bahwa angkak juga dapat digunakan sebagai obat penurun kolesterol dan tekanan darah. Karena demikian besar manfaat angkak, Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat, telah menerima angkak sebagai suplemen pangan.

Sebagai Obat
Penggunaan angkak sebagai obat di Cina dimulai sejak Dinasti Tang. Deskripsi lebih rinci tentang angkak dapat dibaca pada buku Pharmacopoeia Cina kuno, yaitu Ben Cao Gang Mu-Dan Shi Bu Yi, yang dipublikasi pada masa Dinasti Ming (1368-1644). Pada buku tersebut, angkak telah dinyatakan sebagai obat sakit perut (gangguan pencernaan dan diare), sirkulasi darah, serta untuk kesehatan limpa dan lambung.
Dalam seni pengobatan Cina tradisional, angkak digunakan untuk pengobatan terhadap penyakit salah cerna, luka otot, disentri, dan antraks. Angkak juga sering digunakan untuk meringankan kerja lambung serta memperkuat fungsi limpa, yaitu suatu organ tubuh yang menguraikan sel darah merah yang telah usang dan menyaring senyawa-senyawa asing.
Senyawa obat yang terdapat di dalam angkak sesungguhnya merupakan produk metabolit sekunder dari kapang Monascus purpureus, yaitu lovastatin. Kadar lovastatin pada angkak sekitar 0,2 persen. Lovastatin (C24H36O5) atau mevacor atau monacolin K telah dikenal sebagai senyawa obat yang dapat menurunkan kadar kolesterol darah pada penderita hiperkolesterolemia.
Beberapa penelitian terakhir menunjukkan bahwa angkak mengandung senyawa gamma-aminobutyric acid (GABA) dan acetylcholine chloride, yaitu suatu senyawa aktif yang bersifat hipotensif, artinya mampu menurunkan tekanan darah. Karena itu, angkak sering digunakan sebagai obat penurun tekanan darah oleh penderita hipertensi.

Saat ini, secara komersial angkak telah dipasarkan sebagai produk suplemen untuk meningkatkan kesehatan jantung. Contoh produk yang sudah beredar: Cholestini dengan kandungan angkak sebesar 600 mg per kapsul dan Herbalin Ruby Monascusi dengan kandungan angkak sebesar 500 mg per kapsul. Kendati demikian, anak dan remaja di bawah usia 20 tahun tidak disarankan menggunakan suplemen tersebut.

Dalam pengobatan Cina tradisional, dosis suplemen angkak yang digunakan sangat tinggi, yaitu mencapai 6.000–9.000 mg per hari. Sementara dosis yang dianjurkan adalah 600 mg (dosis oral), sebanyak 2-4 kali ulangan per hari. Suatu penelitian menunjukkan bahwa pemberian angkak kepada orang dewasa dengan dosis 1.200 mg per hari selama delapan minggu, tidak menimbulkan efek negatif.
Namun, karena informasi tentang dampak keamanan pemakaian angkak dosis tinggi dalam jangka panjang masih sangat terbatas, pemakaian sebaiknya dibatasi hanya dalam jangka waktu pendek. Walaupun jarang terjadi, efek samping yang dapat diberikan oleh konsumsi angkak adalah sakit kepala, sakit lambung, timbul gas, pusing, serta rasa panas di dalam perut.
Orang yang berisiko mengalami penyakit lever atau sedang menderita penyakit lever sebaiknya tidak mengonsumsi angkak. Dengan mekanisme yang sama seperti pada penurunan kolesterol, angkak juga dapat memengaruhi fungsi hati.
Pecandu alkohol, orang yang sedang mengalami infeksi serius dan gangguan fisik, atau yang mengalami transplantasi organ, dianjurkan untuk menghindari penggunaan angkak. Dampak terhadap orang yang sedang hamil dan menyusui belum pernah dievaluasi, tetapi sebaiknya dihindari.
Penurun Kolesterol
Sejak tahun 1970-an beberapa penelitian menunjukkan bahwa angkak dapat menurunkan kadar kolesterol total, kolesterol LDL, dan trigliserida. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa Monascus purpureus dapat menghasilkan berbagai senyawa yang secara kolektif disebut monacolin, yaitu senyawa yang mampu menurunkan kadar kolesterol darah di dalam tubuh.

Senyawa monacolin tersebut mampu menghambat kerja enzim 3-hydroxy-3-methylglutaryl CoA reductase (HMG-CoA reductase), yaitu enzim yang sangat diperlukan untuk sintesis kolesterol. Inhibitor HMG-CoA reduktase dapat menurunkan simpanan kolesterol intrasel serta menghambat sintesis very low density lipoprotein (VLDL) di hati.
Mengingat VLDL adalah prekursor LDL, penghambatan sintesis VLDL secara otomatis akan menurunkan jumlah LDL. Kadar kolesterol tinggi sangat tidak dikehendaki karena dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler, seperti aterosklerosis, penyakit jantung, stroke, dan hipertensi. Dengan terhambatnya kerja enzim HMG-CoA reductase oleh senyawa yang ada pada angkak, laju sintesis kolesterol di dalam tubuh dihambat, sehingga secara nyata dapat menurunkan kadar kolesterol tubuh. Keyakinan tersebutlah yang mendorong penggunaan angkak sebagai penurun kolesterol dan sekaligus obat bagi penyakit jantung.

Penelitian pemberian angkak menggunakan 83 orang penderita kolesterol tinggi telah dilakukan di UCLA School of Medicine. Dibandingkan penderita yang diberi plasebo (tanpa angkak), pemberian angkak selama 12 minggu secara nyata dapat menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida (senyawa lemak yang juga dapat berakumulasi di pembuluh darah dan menyebabkan kerusakan). Di lain pihak, pemberian angkak tidak berpengaruh terhadap kadar kolesterol HDL (kolesterol baik).

Suatu penelitian yang dipresentasikan pada kongres tahunan American Heart Association ke-39 pada tahun 1999 menunjukkan bahwa pemberian angkak pada penderita hiperkolesterolemia selama delapan minggu dapat menurunkan kadar kolesterol total sebesar 16-22,7 persen, LDL sebesar 21–31 persen dan trigliserida sebesar 24–34 persen. Sementara kolesterol HDL meningkat sebesar 14–20 persen.

Angkak sebaiknya tidak dikonsumsi bersama-sama dengan obat penurun kolesterol (statin) yang bersifat menghambat HMG-CoA reduktase (seperti atorvastatin, lovastatin, fluvastatin, simvastatin, pravastatin, cerivastatin). Sebab, dapat meningkatkan pengaruh obat tersebut yang akhirnya akan menaikkan risiko kerusakan lever.
Pewarna yang Aman dan Menyehatkan
Sejak dahulu kala, nenek moyang kita telah terbiasa menggunakan bahan pewarna alami pada makanan dan minuman yang dibuatnya. Penggunaan pewarna alami jelas lebih aman dan menyehatkan dibandingkan pewarna sintetis. Pewarna alami merupakan pigmen-pigmen yang diperoleh dari bahan nabati, hewani, bakteri, dan algae.
Perhatian terhadap pentingnya penggunaan pewarna alami pada makanan semakin meningkat akhir-akhir ini. Hal tersebut dipicu oleh ketakutan terhadap dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh pewarna sintetik. Beberapa pewarna sintetik diduga bersifat karsinogenik, yaitu dapat memicu timbulnya sel kanker.
Kapang Monascus purpureus yang ditumbuhkan pada beras sebagai substrat dapat menghasilkan pigmen kuning, merah, dan oranye. Pigmen merah yang dihasilkan oleh kapang tersebut telah digunakan sebagai pewarna alami pada makanan sejak berabad-abad lalu, khususnya oleh penduduk di negara-negara Asia, seperti Cina, Jepang, Korea, Taiwan, Hong Kong, Thailand, dan Filipina.

Warna merah angkak sangat potensial sebagai pengganti warna merah sintetis, yang saat ini penggunaannya sangat luas pada berbagai produk makanan. Beberapa contoh produk makanan yang telah menggunakan pewarna merah angkak adalah anggur, keju, sayuran, pasta ikan, kecap ikan, minuman beralkohol, aneka kue, serta produk olahan daging (sosis, ham, kornet).

Sebagai pewarna alami, angkak memiliki sifat yang cukup stabil, dapat bercampur dengan pigmen warna lain, serta tidak beracun. Pigmen warna utama yang dihasilkan oleh Monascus purpureus pada fermentasi angkak adalah monaskorubrin dan monaskoflavin. Ada tiga warna utama yang dapat ditimbulkan oleh pigmen pada angkak, yaitu kuning, oranye, dan merah.

Stabilitas pigmen angkak sangat dipengaruhi oleh sinar matahari, sinar ultraviolet, keadaan asam dan basa (pH), suhu, dan oksidator. Pigmen angkak lebih stabil pada pH 9 dibandingkan dengan pH 7 dan pH 3. Pemanasan pada suhu 100 derajat Celsius selama satu jam tidak mengakibatkan kerusakan nyata terhadap pigmen angkak.
Pengawet yang Hambat Bakteri Patogen
Dewasa ini penggunaan pengawet sintetis pada berbagai makanan cukup meresahkan. Penambahan zat pengawet dimaksudkan untuk memperpanjang daya tahan simpan suatu produk makanan.
Bahan pengawet dibedakan atas pengawet makanan dan bukan pengawet makanan. Pengawet makanan, walaupun pemakaiannya diizinkan pada makanan, dosis yang berlebih tetap tidak dianjurkan karena menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan konsumen.

Beberapa contoh jenis bahan pengawet yang diizinkan dan lazim digunakan dalam industri makanan adalah asam benzoat atau garam-garam benzoat (kalium benzoat, kalsium benzoat, natrium benzoat); garam-garam sulfit (kalium sulfit, kalium bisulfit, kalium metabisulfit); nitrat dan nitrit; belerang dioksida.
Pengawet bukan makanan, seperti formalin dan boraks, walaupun dilarang, kenyataannya banyak digunakan pada berbagai produk pangan. Kedua fakta tersebut tentu saja sangat meresahkan masyarakat yang senantiasa ingin hidup sehat. Karena itu, upaya pencarian pengawet alami sangat perlu dilakukan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pigmen angkak memiliki aktivitas sebagai antimikroba, sehingga sangat cocok digunakan sebagai bahan pewarna pada bahan makanan yang mudah terkontaminasi mikroba. Dengan demikian, angkak dapat berperan ganda, yaitu sebagai pewarna dan sekaligus pengawet. Angkak terbukti dapat menghambat pertumbuhan bakteri patogen (penyebab penyakit) dan bakteri perusak berspora, seperti Bacillus cereus dan Bacillus stearothermophilus.

Penggunaan angkak dapat mengurangi penggunaan nitrit pada bahan pangan. Nitrit sering digunakan sebagai komponen dari sendawa, yaitu zat yang digunakan untuk mempertahankan warna merah daging, khususnya pada pembuatan sosis, daging asap, dan kornet. Dalam beberapa penelitian, nitrit ditengarai sebagai pemicu sel kanker. Nitrit dapat bereaksi dengan komponen amin dari protein bahan pangan membentuk nitrosamin, yaitu suatu zat karsinogenik. Karena itu, penggunaan nitrit pada makanan sebaiknya dibatasi.
Melalui sifatnya sebagai antimikroba, penggunaan angkak dalam pembuatan sosis selain dimaksudkan sebagai pemberi warna merah, juga sekaligus berfungsi sebagai pengawet yang aman bagi kesehatan. Kelebihan lain dari penggunaan angkak pada pembuatan sosis adalah memperbaiki tekstur dan flavornya.
Lebih Cocok dengan Beras Pera
Secara tradisional, pembuatan angkak umumnya dilakukan dengan menggunakan beras sebagai substrat, melalui sistem fermentasi padat. Beras yang cocok digunakan sebagai substrat adalah beras pera, yaitu yang memiliki kadar amilosa tinggi, tetapi rendah amilopetin.

Mengingat beras yang pera harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan beras pulen, pembuatan angkak dari beras pera diharapkan dapat memberikan nilai tambah ekonomi yang lebih besar.
Angkak dibuat dengan cara memasukkan sekitar 25 gram nasi ke dalam cawan petri, yang kemudian disterilisasi menggunakan otoklaf pada suhu 121 derajat Celsius selama 15 menit. Tujuan sterilisasi adalah untuk membunuh semua mikroba agar tidak mengontaminasi dan mengganggu proses pembuatan angkak.
Setelah didinginkan hingga suhu sekitar 36 derajat, nasi tersebut diinokulasi dengan 2 gram inokulum Monascus purpureus. Setelah itu, campuran tersebut diaduk hingga rata dan diinkubasikan pada suhu 27-32 derajat selama 14 hari.

Selama masa inkubasi, kapang Monascus purpureus akan tumbuh dan berkembang biak dengan cepat, menutupi permukaan beras dengan pigmen merah. Jika ingin dihasilkan dalam bentuk serbuk, hasil inkubasi tersebut dikeringkan dengan oven pada suhu 40-45 derajat, kemudian dihaluskan menggunakan blender. Jika ingin dihasilkan pigmen angkak dalam bentuk yang lebih murni, pigmen tersebut dapat diekstrak dengan etanol dan dikeringkan.

Perlu diperhatikan bahwa tidak semua hasil metabolit dari strain Monascus dapat digunakan secara aman. Strain tertentu dari kapang tersebut diketahui dapat memproduksi citrinin dalam jumlah yang cukup tinggi. Citrinin adalah salah satu bahan kimia beracun yang dapat dihasilkan oleh kapang Monascus. Karena itu, kontaminasi angkak oleh bakteri dan kapang lain yang berbahaya perlu dihindari, baik pada proses pembuatan maupun penyimpanannya.

Obat Anti Kolesterol Mampu Menurunkan Tensi Darah

OBAT antikolesterol yang dikenal dengan statin, obat resep paling laris di dunia dikatakan dapat menurunkan tekanan darah dan memberi manfaat bagi membaiknya kondisi kardiovaskular. Demikian diungkapkan sebuah jurnal yang terbit, Selasa (15/4).

Para dokter dari University of California, San Diego menjalankan uji klinis acak ganda dengan 973 partisipan yang tidak menderita diabetes atau penyakit kardiovaskular lain. Kelompok ini dibagi menjadi tiga bagian. Satu kelompok diberi 20 milligram simvastatin. Yang lain diberi 40 milligram pravastatin dan kelompok ketiga plasebo, setiap hari selama enam bulan, jelas Beatrice Golomb, kepala editor dari Archives of Internal Medicine.

Para dokter ini mengukur tekanan darah para partisipan pada permulaan uji klinis, pada bulan pertama dan enam bulan berikutnya serta dua bulan setelah uji klinis berlangsung. “Penurunan tekanan darah antara 2.4 sampai 2.8 millimeter merkuri baik untuk tekanan sistolik (normal 120 millimeter) dan tekanan diastolik (normal 80 millimeter) baik yang menggunakan simvastatin maupun pravastatin,” jelas para peneliti. Tidak ada perbedaan praktis dalam tekanan darah di antara mereka yang menggunakan plasebo.

“Efek-efek statin atas tekanan darah tidaklah terlalu berarti dalam satu bulan perawatan. Baru kelihatan setelah enam bulan dan gejala menghilang dua bulan setelah perawatan,” jelas para ilmuwan ini. “Penelitian ini menambahkan pemahaman akan efek-efek statin yang sekarang ini menjadi obat paling laris di dunia,” ungkap para dokter.

“Penurunan tekanan darah akibat penggunaan statin menyumbang — di antara faktor-faktor lain yang teridentifikasi — manfaat yang berarti bagi kondisi kardiovaskular secara umum dan memberi efek baik bagi akumulasi plak yang berlangsung terus menerus,” mereka menyimpulkan.

Statin bekerja dengan mengaktifkan senyawa yang mampu melebarkan pembuluh darah dan memperbaiki fungsi pembuluh darah. Beberapa penelitian sebelumnya telah menyebutkan bahwa statin berefek pada penurunan tekanan darah terutama pada apsien hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Dr. John LaRosa, President dari SUNY Downstate Medical Center di Brooklyn, New York, yang tidak berpartisipasi dalam uji klinis ini meperingatkan bahwa statin “seharusnya tidak digunakan semata untuk tujuan menurunkan tekanand darah karena adanya ketidakkonsistensi antara penelitian satu dengan yang lain atasnya.”

“Beberapa penelitian menunjukkan menurunnya tekanan darah secara moderat dengan penggunaan statin,” tambah John.

Cara Memahami Arti Angka Kolesterol Dari Hasil Pemeriksaan Laboratorium

BEGITU usia Anda melewati 20 tahun, dokter akan menganjurkan Anda merayakannya dengan pemeriksaan kadar kolesterol dalam darah. Selanjutnya, Anda sebaiknya menjalani pemeriksaan yang sama sekurangnya sekali setiap lima tahun.

Salah satu bacaan yang akan dihasilkan oleh pemeriksaan ini adalah kadar kolesterol keseluruhan dalam darah (kolesterol total). Berikut ini cara memahami makna angka-angka tersebut (semua angka mengacu ke miligram per desiliter darah).

Kurang dari 200-ini yang dikehendaki
200 hingga 239-perlu diwaspadai
240 dan lebih tinggi-berbahaya

Namun, bahkan kalau angka kolesterol total Anda masih dalam batas aman, Anda masih perlu mengukurnya secara teratur, termasuk kadar kolesterol HDL (high-density lipoprotein), jenis kolesterol yang baik.

Kadang-kadang kadar HDL yang tinggi akan membantu menetralkan angka kolesterol total yang sudah “di perbatasan” (walaupun Anda mungkin masih disarankan untuk menurunkan kolesterol total serendah mungkin).

Apabila bacaan HDL Anda kurang dari 35, ini dianggap masuk kategori “rendah,” maka Anda perlu berusaha menaikkannya kembali. (Pilihan terbaik bagi Anda dalam hal ini adalah menurunkan berat badan memperbanyak olahraga, berhenti merokok, dan mengurangi jatah gula yang Anda makan.)

Lalu bagaimana dengan kolesterol LDL (low-density lipoprotein), yakni jenis yang buruk? Apabila uji-uji lain mengungkapkan bahwa Anda dalam bahaya, dokter Anda harus menggunakan data dari uji kolesterol Anda untuk menghitung kadar LDL juga. Angka ini sebaiknya di bawah 130.

Akhirnya, untuk membantu menafsirkan makna semua angka ini, dokter Anda mungkin menyebutkan rasio kolesterol Anda, yakni perbandingan antara kolesterol total dan angka HDL. Apabila rasio ini 35 : 1 atau lebih rendah, berarti Anda baik-baik saja.

Kolesterol Tinggi Dapat Merusak Penglihatan dan Menyebabkan Kebutaan

TEKANAN darah tinggi dan meningkatnya kadar kolesterol dalam darah ternyata tidak hanya berbahaya bagi jantung. Dua indikasi ini juga dapat mengancam kesehatan mata Anda.

Seperti dilaporkan sebuah riset yang dimuat Jurnal Archives of Opthalmology edisi Mei, dua kondisi ini dapat memicu risiko seseorang mengalami gangguan mata yang disebut oklusi atau penyumbatan pada pembuluh vena retina. Kondisi ini yang bisa berujung pada kebutaan terjadi akibat satu atau beberapa pembuluh vena yang membawa darah dari mata ke jantung tersumbat atau mengalami penumpukan cairan.

Riset yang dilakukan di Irlandia itu mengindikasikan seseorang yang mengidap darah tinggi berisiko 3,5 kali lipat mengalami penyumbatan oklusi ini dibanding mereka yang tensinya normal. Sementara itu, orang yang memiliki kolesterol tinggi tercatat mengalami peningkatan risiko hingga 2,5 kali lipat.

Temuan ini merupakan hasil tinjauan terhadap 21 penelitian sebelumnya yang melibatkan total 2.916 pasien pengidap oklusi vena retina dan 28.646 orang yang tidak mengidapnya. Hasil analisis mengindikasikan pula, 63,6 persen pasien pengidap oklusi retina juga mengalami masalah tensi darah. Sedangkan pada mereka yang tidak mengalami problem mata, persentasenya 36,2 persen. Kadar kolesterol tinggi mencapai dua kali lipat prosentasenya (35 persen) pada pengidap oklusi dibandingkan pasien yang tidak mengalaminya (16,7 persen).

Sementara itu bila dikaitkkan dengan penyakit diabetes, mereka yang mengidap oklusi juga persentasenya sedikit lebih besar ketimbang yang tidak mengalami diabeter yakni 14,6 berbanding 11,1 persen.