Bentuk Tubuh Mempengaruhi Resiko Penyakit Jantung dan Diabetes

Apa pun bentuk tubuh Anda, “apel” atau “pir”, selama Anda menderita obesitas, risiko untuk terkena penyakit jantung sama-sama tinggi. Demikianlah kesimpulan studi terbaru yang berlawanan dengan teori sebelumnya.

Pemahaman medis sebelumnya menunjukkan bahwa orang bertubuh “apel” yang lemaknya lebih banyak menumpuk di bagian pinggang punya risiko tiga kali lebih tinggi terkena penyakit jantung dibanding orang yang distribusi lemaknya lebih merata.

Dalam studi terbaru ini, para peneliti mengamati kesehatan 220.000 orang selama lebih dari 10 tahun dan menemukan bahwa obesitas atau nilai indeks massa tubuh (BMI) lebih dari 30 merupakan faktor utama penyakit jantung.

“Apa pun metode pengukuran yang dipakai, apakah hanya BMI, lingkar pinggang atau rasio pinggang ke pangkal paha, kurang cukup untuk memperkirakan serangan penyakit jantung jika tambahan informasi seperti tekanan darah, riwayat diabetes, dan kadar kolesterol tidak diketahui,” kata profesor John Danesh dari Universitas Cambridge, Inggris, yang mengepalai riset ini.

Pada dasarnya menurut para peneliti, yang perlu diwaspadai adalah obesitas buruk untuk kesehatan. “Mengukur lingkar pinggang saja tidak lebih baik dari mengukur BMI. Keduanya adalah cara mudah dan bisa dilakukan sendiri di rumah untuk menjaga kesehatan,” kata dr Mike Knapton dari British Hearth Foundation.

Selain berat badan, perlu diwaspadai pula faktor risiko penyakit jantung lainnya, yakni tekanan darah, kolesterol, kebiasaan merokok, dan diabetes.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s